
Jalan Jembawan di Kalibanteng Kulon, Semarang, segera dibeton setelah tanggul yang rusak akibat banjir selesai direhabilitasi.
FOLKSTIME.ID – Jalan Jembawan di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kota Semarang, dipastikan segera dibeton setelah rehabilitasi tanggul dan penanganan kerusakan akibat banjir dinyatakan rampung dilakukan di kawasan tersebut.
Perbaikan Jalan Jembawan dilakukan menyusul kerusakan yang terjadi setelah banjir menggerus badan jalan hingga mengalami ambles. Sebelumnya, rehabilitasi tanggul yang retak dan mengancam akses jalan permukiman telah diselesaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.
Kerusakan jalan yang sempat mengganggu aktivitas warga kini telah masuk tahap penanganan lanjutan oleh Pemerintah Kota Semarang. Pemulihan infrastruktur tersebut ditujukan untuk mengembalikan fungsi jalan sekaligus meningkatkan kualitas konstruksi agar lebih tahan terhadap dampak cuaca ekstrem dan bencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan telah diperbaiki oleh BBWS sehingga perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
“Tanggul sudah dilakukan perbaikan oleh BBWS, nanti jalan yang amblas juga akan dilakukan perbaikan oleh Pemkot,” kata Suwarto, Kamis (25/6).
Perbaikan Jalan Permukiman
Penanganan Jalan Jembawan selanjutnya akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang karena berada dalam wilayah kewenangan instansi tersebut.
Menurut Suwarto, kondisi jalan akan dikembalikan seperti semula setelah seluruh tahapan pekerjaan selesai dilakukan.
“Nanti yang bangun Disperkim itu wilayah mereka,” ujarnya.
Pembangunan jalan dilakukan setelah pekerjaan tanggul dinyatakan selesai agar proses perbaikan tidak terganggu dan hasil pekerjaan dapat bertahan lebih lama.
Dibeton Menggunakan Anggaran Pemeliharaan
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, menyampaikan bahwa pemulihan Jalan Jembawan telah disiapkan sesuai arahan Wali Kota Semarang untuk mengembalikan kondisi jalan yang terdampak kerusakan akibat bencana.
“Sudah selesai sesuai arahan Bu Wali nanti akan dikembalikan seperti semula dan dibuat lebih bagus,” kata Murni Ediati.
Selain dikembalikan fungsinya, kualitas jalan juga akan ditingkatkan melalui pembangunan konstruksi beton sehingga diharapkan lebih kuat dan nyaman digunakan masyarakat.
“Nanti akan di beton, kita pakai anggaran pemeliharaan,” tambahnya.
Koordinasi dengan BBWS Terus Dilakukan
Disperkim Kota Semarang mencatat masih terdapat sejumlah jalan lingkungan dan kawasan permukiman yang memerlukan penanganan akibat dampak banjir maupun kerusakan tanggul di berbagai wilayah.
Namun, pelaksanaan perbaikan tidak seluruhnya dapat dilakukan secara langsung karena sebagian sungai yang melintasi Kota Semarang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui BBWS Pemali-Juana.
Menurut Murni Ediati, koordinasi lintas instansi menjadi langkah penting sebelum pekerjaan infrastruktur permukiman dilaksanakan.
“30 persen sungai di Semarang wewenang pusat, jadi kita perlu koordinasi dengan BBWS ketika melakukan perbaikan,” pungkasnya.
Dengan rampungnya rehabilitasi tanggul, proses pembetonan Jalan Jembawan di Kalibanteng Kulon diharapkan segera dilaksanakan sehingga akses warga yang sebelumnya terdampak banjir dan amblesan jalan dapat kembali berfungsi secara optimal.(tya)
