PAC GP Ansor Gringsing menggelar KEMECER 3 di Pantai Jodo, Kabupaten Batang. Kegiatan diisi bakti sosial, penanaman pohon cemara, serta penguatan silaturahmi kader untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi.

PAC GP Ansor Gringsing menggelar KEMECER 3 di Pantai Jodo, Kabupaten Batang. Kegiatan diisi bakti sosial, penanaman pohon cemara, serta penguatan silaturahmi kader untuk menjaga kelestarian pesisir dari ancaman abrasi.

FOLKSTIME.ID – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gringsing sukses menyelenggarakan Kemah Bakti Ceria (KEMECER) 3 di kawasan Pantai Jodo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Mengusung semangat kebersamaan dan pengabdian, KEMECER 3 diikuti oleh kader Ansor dari berbagai ranting se-Kecamatan Gringsing. Selain menjadi ajang memperkuat ukhuwah dan kekompakan organisasi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Dalam rangkaian kegiatan, PAC GP Ansor Gringsing melaksanakan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Tidak hanya itu, peserta juga melakukan penanaman pohon cemara di kawasan pesisir Pantai Jodo sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan serta menjaga kawasan pantai dari ancaman abrasi.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gringsing menyampaikan bahwa KEMECER bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi sarana membangun karakter kader yang peduli terhadap organisasi, masyarakat, dan lingkungan.

“Melalui KEMECER 3 ini, kami ingin memperkuat persaudaraan antaranggota sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Penanaman pohon cemara di kawasan pesisir diharapkan dapat menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga kelestarian Pantai Jodo untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya KEMECER 3, PAC GP Ansor Kecamatan Gringsing berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan terus tumbuh di kalangan kader Ansor, sehingga mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian pesisir Gringsing.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Komisi D DPRD Kota Semarang mengapresiasi Sekolah Rakyat sebagai program yang membuka akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu. Namun, DPRD menilai pendampingan psikologis bagi siswa yang tinggal di asrama perlu menjadi perhatian utama. Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, mengatakan masih ada siswa yang kesulitan beradaptasi dan menangis karena teringat keluarga di rumah. Karena itu, keberadaan psikolog serta guru asuh dinilai penting untuk mendukung kondisi mental siswa. Selain pendampingan psikis, DPRD juga mendorong penambahan guru, pengasuh asrama, dan sarana pembelajaran agar layanan pendidikan semakin optimal. Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kota Semarang, Ridho Irwanto, menyebut sekolah masih membutuhkan lima guru, yakni tiga guru SD, satu guru agama, dan satu guru seni. Kekurangan tersebut akan dibantu sementara oleh Dinas Pendidikan hingga guru PPPK dari kementerian mulai bertugas pada September mendatang. Untuk layanan kesehatan dan psikolog, sekolah telah bekerja sama dengan Puskesmas Rowosari dan Universitas Katolik Soegijapranata guna memastikan kebutuhan fisik maupun mental siswa tetap terlayani. #sekolahrakyat #prabowo #presiden #semarang #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *