
Mahasiswi Psikologi UNNES, Nayla Shafavirly Arifianti, mencetak sejarah sebagai Puteri Kebaya Indonesia 2026.
FOLKTIME.ID – Mahkota Puteri Kebaya Indonesia 2026 berhasil diraih mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Negeri Semarang (UNNES), Nayla Shafavirly Arifianti, setelah dinobatkan sebagai pemenang utama pada ajang Pemilihan Puteri Kebaya Indonesia ke-3 yang digelar di Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta, pada 2–4 Juli 2026. Capaian tersebut sekaligus mencatatkan sejarah karena Nayla menjadi wakil pertama dari Jawa Tengah yang berhasil membawa pulang mahkota utama serta pemenang berhijab pertama sejak kompetisi itu diselenggarakan.
Prestasi Puteri Kebaya Indonesia 2026 yang diraih Nayla menjadi catatan penting bagi UNNES sekaligus memperkuat kiprah mahasiswa perguruan tinggi dalam pelestarian budaya nasional. Gelar tersebut diperoleh setelah seluruh tahapan seleksi nasional berhasil dilalui, mulai dari karantina, wawancara, penilaian advokasi, hingga grand final.
Perjalanan menuju panggung nasional telah dimulai sejak pertengahan 2025 ketika Nayla mengikuti seleksi tingkat regional. Posisi sebagai 1st Runner Up Puteri Kebaya Jawa Tengah berhasil diraih sehingga dirinya dipercaya mewakili Jawa Tengah 2 pada ajang tingkat nasional.
“Ajang ini bukan sekadar tentang meraih mahkota, tetapi menjadi amanah untuk terus mengajak generasi muda mencintai kebaya sebagai identitas budaya bangsa sekaligus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat,” ujar Nayla Shafavirly Arifianti.
Selama masa karantina, para finalis diwajibkan mengikuti berbagai rangkaian penilaian yang meliputi sashing ceremony, sesi pemotretan dan pembuatan video, wawancara mendalam, gala dinner, kegiatan sosial, city tour ke Candi Prambanan, talent show, catwalk challenge, pidato advokasi, hingga pelatihan koreografi sebagai bekal menuju malam puncak.
Ajang Puteri Kebaya Indonesia diselenggarakan untuk melahirkan perempuan muda yang mampu menjadi duta pelestarian kebaya sebagai warisan budaya Indonesia. Penilaian tidak hanya difokuskan pada penampilan, tetapi juga diberikan terhadap aspek kecerdasan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kualitas program advokasi yang diusung setiap peserta.
Dalam kompetisi tersebut, Nayla membawa gerakan KEMBANG atau Kebaya Empowerment: Beauty, Action, Nation, Grace yang dikembangkan melalui kampanye #PerempuaNAYuBERKEBAYA. Program itu diluncurkan bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli 2025 sebagai pengembangan dari kampanye #LoveYourself yang telah dijalankan sejak 2020.
“Kampanye #PerempuaNAYuBERKEBAYA kami hadirkan agar perempuan semakin percaya diri mengenakan kebaya, mencintai budaya Indonesia, sekaligus menyadari potensi yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan,” kata Nayla.
Program pemberdayaan tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, di antaranya pendampingan kepada ibu-ibu PKK di Desa Dologan serta pengenalan budaya kepada anak-anak melalui dongeng Roro Jonggrang dengan mengenakan kebaya.
“Melalui kegiatan bersama masyarakat, saya ingin menunjukkan bahwa kebaya tidak hanya dipakai dalam acara seremonial, tetapi juga dapat menjadi simbol edukasi, pemberdayaan, dan pelestarian budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Keberhasilan yang diraih Nayla mempertegas kemampuan mahasiswa UNNES untuk bersaing di tingkat nasional melalui inovasi program sosial, kepedulian terhadap masyarakat, serta komitmen dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian kebaya sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.(tya)
