Pegaadaian beri edukasi keuangan di SMAN 1 Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

FOLKSTIME.ID – Ancaman pinjaman online ilegal, judi online, hingga penipuan digital kini tak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga kalangan pelajar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah XI Semarang menggencarkan edukasi literasi keuangan kepada generasi muda melalui program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di SMAN 1 Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program yang digelar melalui Pegadaian Cabang Bantul itu merupakan implementasi strategi literasi dan inklusi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tahun 2026.

Fokusnya bukan sekadar memperkenalkan produk keuangan, melainkan membangun kemampuan mengelola keuangan secara berkelanjutan sejak usia sekolah.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani yang diwakili Pemimpin Cabang Bantul, Setyo Purnomo, mengatakan pelajar menjadi kelompok strategis untuk meningkatkan kualitas literasi keuangan masyarakat di masa depan.

“Mengacu pada arah strategis OJK tahun 2026, fokus kami tidak lagi sekadar memperkenalkan produk, tetapi membangun financial capability yang berkelanjutan. Melalui Pegadaian Cabang Bantul, kami ingin menanamkan budaya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengenalkan investasi yang aman melalui emas,” ujar Setyo.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan siswa dan guru mengikuti sesi edukasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan, penyusunan dana darurat, hingga pentingnya investasi jangka panjang.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah Tabungan Emas Pegadaian, yang dapat diakses secara digital melalui aplikasi TRing sehingga memudahkan masyarakat, termasuk pelajar, memulai investasi.

Selain itu, Pegadaian juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan finansial digital.

Para siswa mendapat pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal, judi online, serta modus penipuan siber yang semakin marak menyasar generasi muda.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pajangan, Siti Mahmudatul Banat, menyambut positif kegiatan tersebut.

Menurutnya, pendidikan keuangan menjadi bekal penting agar siswa mampu mengambil keputusan finansial secara bijak sejak dini.

“Pengetahuan keuangan dasar seperti ini sangat penting agar siswa tidak terjebak gaya hidup konsumtif dan memahami cara mengelola keuangan dengan benar sejak masih bersekolah,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para peserta. Rangga, siswa kelas XI SMAN 1 Pajangan, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai investasi.

“Saya dulu mengira investasi hanya untuk orang dewasa yang punya banyak uang. Ternyata lewat Tabungan Emas Pegadaian kita bisa mulai investasi dari uang jajan yang tersisa. Caranya juga mudah melalui aplikasi,” ujarnya.

Melalui program GENCARKAN yang sejalan dengan strategi OJK 2026, Pegadaian Kanwil XI Semarang berharap literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat.

Edukasi sejak bangku sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk mencetak generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara cerdas sekaligus lebih tangguh menghadapi berbagai risiko kejahatan finansial di era digital. (Rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *