• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Cegah Gagal Bayar, Pemkot Semarang Rem Belanja APBD 2026 yang Tak Mendesak

setiawan by setiawan
14 Agustus 2026
in Semarang
0
Pemkot Semarang melakukan rasionalisasi belanja APBD 2026 untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Belanja nonprioritas ditunda, sementara kontrak berjalan dan pelayanan publik tetap diprioritaskan.
Pemkot Semarang melakukan rasionalisasi belanja APBD 2026 untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Belanja nonprioritas ditunda, sementara kontrak berjalan dan pelayanan publik tetap diprioritaskan.

Pemkot Semarang melakukan rasionalisasi belanja APBD 2026 untuk mengantisipasi risiko gagal bayar. Belanja nonprioritas ditunda, sementara kontrak berjalan dan pelayanan publik tetap diprioritaskan.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID — Rasionalisasi belanja dalam Perubahan APBD 2026 sedang dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk mengantisipasi risiko gagal bayar akibat realisasi pendapatan daerah yang belum sesuai target. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah penerimaan dari pajak dan retribusi daerah hingga triwulan III 2026 masih berada di bawah proyeksi.

Penyesuaian postur belanja APBD 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kas daerah, perlambatan ekonomi nasional, serta berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Langkah tersebut ditempuh agar kewajiban keuangan daerah tetap dapat dipenuhi sampai akhir tahun tanpa mengorbankan pelayanan publik dasar.

Rasionalisasi belanja Pemkot Semarang diarahkan terutama pada pengeluaran yang dinilai masih dapat ditunda atau dikendalikan. Perjalanan dinas aparatur sipil negara, kebutuhan alat tulis kantor, belanja makan dan minum, serta sejumlah pengadaan barang nonmendesak menjadi bagian yang diperketat.

“Saat penyusunan APBD pertengahan tahun lalu, optimisme terhadap target pendapatan memang tinggi karena tren ekonomi mendukung. Namun kondisi lapangan tahun ini berbeda sehingga butuh penyesuaian yang realistis,” kata Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang, Handi Priyanto, Jumat (14/8).

TPA Jatibarang Bakal Diolah TNI AD, Sampah Lama Disulap Jadi BBM Setara Solar

Realisasi Pendapatan Daerah

Rasionalisasi tersebut dilakukan karena realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya yang bersumber dari pajak dan retribusi, masih belum mencapai separuh dari target hingga triwulan III 2026. Bahkan, sejumlah jenis retribusi daerah disebut masih mencatatkan realisasi di bawah 30 persen.

Kinerja penerimaan tersebut turut dipengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi tercatat turun dari 5,61 persen pada kuartal I menjadi 5,29 persen pada kuartal II 2026.

Sebagai daerah yang perekonomiannya banyak ditopang sektor jasa dan perdagangan, penerimaan pajak serta retribusi memiliki posisi penting bagi keuangan Kota Semarang. Kondisi itu membuat penyesuaian belanja dinilai perlu dilakukan ketika penerimaan daerah tidak bergerak sesuai asumsi awal penyusunan anggaran.

“Jika kegiatan fisik maupun nonfisik tetap dipaksakan sementara kas tidak mencukupi, ada risiko pekerjaan selesai tetapi tidak bisa dibayar. Risiko gagal bayar ini yang ingin kami cegah sejak awal melalui rasionalisasi,” tegas Handi.

Belanja Nonprioritas Ditekan

Pengendalian belanja kemudian diarahkan terhadap sejumlah kegiatan yang belum bersifat mendesak. Pengadaan kendaraan dinas dan alat elektronik, misalnya, ditunda. Kegiatan fisik yang belum memasuki proses lelang dan diperkirakan tidak dapat diselesaikan hingga penghujung 2026 juga tidak dipaksakan untuk dilaksanakan.

Penundaan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan APBD 2026. Belanja yang belum memiliki urgensi tinggi diberikan ruang untuk ditunda agar kemampuan kas daerah tidak terbebani oleh kewajiban yang berpotensi muncul menjelang akhir tahun.

Sementara itu, belanja yang telah memiliki kontrak dan sedang berjalan tetap diprioritaskan. Hak belanja pegawai juga tetap menjadi bagian yang harus dipenuhi sehingga rasionalisasi tidak diarahkan pada pengurangan pelayanan publik mendasar.

“Langkah rasionalisasi difokuskan pada pemangkasan perjalanan dinas ASN, pengetatan operasional ATK dan makan-minum, serta penundaan belanja barang non-mendesak,” ujar Handi.

Kontrak Berjalan Tetap Diprioritaskan

Kegiatan pembangunan yang sudah terikat kontrak dan sedang berjalan tidak menjadi sasaran utama penyesuaian. Pemkot Semarang tetap menempatkan pemenuhan kewajiban atas pekerjaan yang telah berjalan sebagai prioritas agar tidak menimbulkan persoalan pembayaran pada kemudian hari.

Proyek baru yang belum memasuki tahap lelang justru lebih memungkinkan untuk ditunda. Pertimbangan waktu penyelesaian dan kemampuan kas daerah menjadi dasar dalam menentukan kegiatan yang masih dapat dilaksanakan atau harus digeser.

Dengan pola tersebut, rasionalisasi APBD 2026 tidak diarahkan untuk menghentikan pelayanan publik, melainkan untuk menyesuaikan besaran belanja dengan kemampuan pendapatan yang tersedia. Pengeluaran yang tidak mendesak diperlambat, sementara kewajiban yang bersifat prioritas tetap dijaga.

“Prioritas tetap diberikan pada pemenuhan hak belanja pegawai serta kegiatan pembangunan yang telah berkontrak dan sedang berjalan,” kata Handi.

Kondisi APBD Dijaga hingga Akhir Tahun

Penyesuaian belanja diharapkan dapat menjaga ruang fiskal Kota Semarang hingga akhir 2026. Dengan penerimaan yang masih menghadapi tekanan, pengendalian belanja dinilai menjadi langkah preventif agar kewajiban daerah tidak menumpuk ketika tahun anggaran memasuki periode akhir.

Potensi gagal bayar menjadi salah satu risiko yang hendak ditekan melalui kebijakan tersebut. Kegiatan yang tidak memiliki tingkat urgensi tinggi diberikan ruang untuk ditunda, sedangkan belanja yang telah menjadi kewajiban pemerintah daerah tetap diarahkan untuk diselesaikan.

“Dengan langkah ini, struktur APBD 2026 tetap sehat dan seluruh kewajiban keuangan Pemkot Semarang dapat dipenuhi secara tuntas hingga akhir tahun,” pungkas Handi.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID – Sebanyak 25 ribu penari dari pelajar, mahasiswa, ASN, komunitas hingga organisasi masyarakat memadati Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Minggu (9/8/2026). Mereka serentak membawakan Tari Dug Dug Der Semarangan, tari kreasi yang terinspirasi dari tradisi Dugderan khas Kota Semarang. Gelaran ini sekaligus memecahkan rekor LEPRID sebagai Tari Dug Dug Der Semarangan dengan peserta terbanyak. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut kegiatan ini menjadi momentum mengenalkan dan melestarikan budaya Semarang kepada generasi muda. Sementara Ketua Umum LEPRID Paulus Pangka menilai keterlibatan 25 ribu peserta menunjukkan bahwa budaya mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. #folkstime #semarang #dugderan #leprid #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: APBD 2026belanja daerahEkonomi Semaranggagal bayarPAD SemarangPemkot Semarangrasionalisasi anggaransemarang
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya