• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Pertarungan di Tubuh NU, Penunjukan Ketua Umum oleh Rais Aam’ Mengguncang Peta Kekuasaan Jelang Muktamar 2026?

Muso by Muso
22 Mei 2026
in News
0
Pertarungan di Tubuh NU, Penunjukan Ketua Umum oleh Rais Aam’ Mengguncang Peta Kekuasaan Jelang Muktamar 2026?
Dr. M Kholidul Adib, Ketua LTN PCNU Kota Semarang dan Pengamat Politik UIN Walisongo Semarang
0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Dinamika internal Nahdlatul Ulama kembali memanas menjelang pelaksanaan Muktamar NU 2026. Di balik berbagai forum resmi organisasi, muncul perdebatan serius mengenai masa depan mekanisme kepemimpinan di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Isu yang paling menyita perhatian adalah wacana perubahan sistem pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam usulan yang kini beredar di kalangan pengurus wilayah dan cabang, Ketua Umum PBNU tidak lagi dipilih langsung oleh peserta muktamar, melainkan ditunjuk oleh Rais Aam Syuriyah.

Wacana tersebut muncul di tengah bayang-bayang konflik elite yang sempat mengguncang PBNU pada akhir 2025. Ketegangan yang melibatkan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam Miftahul Akhyar kala itu memunculkan pertanyaan mendasar mengenai efektivitas sistem kepemimpinan yang selama ini berlaku di NU.

Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr PCNU Kota Semarang, M. Kholidul Adib, menilai polemik tersebut justru membuka ruang evaluasi terhadap desain kepemimpinan organisasi yang selama ini dijalankan.

Menurutnya, sejak awal struktur organisasi NU dirancang dengan pembagian peran yang tegas antara tiga institusi utama yaitu Syuriyah, Tanfidziyah, dan Mustasyar.

“Syuriyah yang dipimpin Rais Aam berperan sebagai otoritas tertinggi yang menentukan arah kebijakan organisasi, sementara Tanfidziyah yang dipimpin Ketua Umum menjalankan fungsi eksekutif sebagai pelaksana kebijakan. Adapun Mustasyar menjadi ruang para kiai sepuh yang berperan memberikan nasihat sekaligus menjadi mediator ketika terjadi konflik internal,” bebernya pada Sabtu (14/3/2026).

Namun dalam praktiknya, relasi tiga pilar tersebut tidak selalu berjalan harmonis.

Konflik yang mencuat pada akhir 2025 menjadi ilustrasi paling jelas. Saat itu pleno Syuriyah sempat menunjuk pejabat sementara Ketua Umum PBNU sebelum muktamar digelar. Keputusan tersebut memicu kontroversi karena dianggap bertentangan dengan mekanisme organisasi yang selama ini mensyaratkan pergantian pimpinan melalui forum muktamar.

Peristiwa itu memunculkan perdebatan baru di kalangan elite NU mengenai adanya potensi “matahari kembar” dalam kepemimpinan organisasi. Selama ini Rais Aam dipilih melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang terdiri dari sembilan kiai sepuh yang dipilih oleh peserta muktamar, sementara Ketua Umum dipilih langsung melalui voting delegasi wilayah dan cabang.

“Secara demokratis, sistem tersebut dinilai memberikan ruang partisipasi luas bagi struktur NU di daerah. Namun di sisi lain, sistem itu juga menciptakan legitimasi politik yang hampir setara antara Rais Aam dan Ketua Umum,” ungkap Adib yang merupakan pengamat politik dari UIN Walisongo Semarang.

Dalam perspektif sebagian elite NU, lanjut Adib kondisi tersebut berpotensi melahirkan tarik-menarik otoritas antara otoritas keulamaan di Syuriyah dan otoritas eksekutif di Tanfidziyah.

Di tengah perdebatan itulah muncul gagasan untuk memperkuat kembali posisi Rais Aam sebagai pusat otoritas organisasi. Dalam model yang diusulkan, Rais Aam yang telah dipilih melalui mekanisme AHWA diberi kewenangan menunjuk Ketua Umum PBNU.

“Wacana tersebut mulai mengkristal dalam sejumlah forum internal NU. Salah satu dukungan terbuka datang dari PCNU Kota Semarang,” tandasnya.

Dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) III yang digelar pada 5 Maret 2026, forum yang dipimpin Ketua PCNU Kota Semarang Anasom secara resmi mengusulkan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Skema yang diusulkan relatif sederhana namun berdampak besar terhadap struktur kekuasaan di tubuh NU. Peserta muktamar terlebih dahulu memilih anggota AHWA. AHWA kemudian menentukan Rais Aam. Setelah itu, Rais Aam menunjuk Ketua Umum PBNU.

Dalam kerangka tersebut, Rais Aam benar-benar menjadi pusat otoritas organisasi, sementara Ketua Umum menjalankan fungsi eksekutif sebagai pelaksana kebijakan Syuriyah.

Meski demikian, para pengusul menegaskan bahwa partisipasi muktamirin tetap dibuka. Peserta muktamar masih dapat mengajukan sejumlah nama kandidat kepada Rais Aam. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan Rais Aam sebagai otoritas tertinggi organisasi.

Secara konseptual, kata Adib, perdebatan ini tidak sekadar menyangkut teknis pemilihan pimpinan. Lebih dari itu, perdebatan tersebut menyentuh arah dasar kepemimpinan NU di masa depan: apakah organisasi tetap mempertahankan model demokrasi berbasis voting yang selama ini dijalankan, atau memperkuat kembali model kepemimpinan ulama yang lebih terpusat.

Dalam tradisi fikih yang kerap menjadi rujukan pengambilan keputusan di NU, terdapat kaidah bahwa ketika terjadi pertentangan antara kemudaratan dan kemaslahatan, maka yang harus didahulukan adalah kemaslahatan yang lebih besar. Demikian pula ketika dua kemaslahatan saling bertentangan, maka yang diprioritaskan adalah kemaslahatan yang dampaknya paling luas.

“Pendekatan tersebut kini menjadi salah satu landasan argumentasi dalam perdebatan internal NU,” tuturnya.

Bagi sebagian kalangan, perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum dinilai dapat meminimalkan konflik horizontal sekaligus mengurangi potensi praktik politik uang dalam kontestasi muktamar. Namun bagi pihak lain, sistem tersebut berisiko mengurangi tradisi musyawarah dan partisipasi luas yang selama ini menjadi ciri khas NU.

“Karena itu, banyak pihak memperkirakan perdebatan mengenai mekanisme kepemimpinan akan menjadi salah satu isu paling krusial dalam Muktamar NU 2026,” kata Adib.

Muktamar mendatang tidak hanya akan menentukan siapa yang memimpin PBNU untuk periode berikutnya, tetapi juga akan menjadi arena pertarungan gagasan mengenai masa depan model kepemimpinan NU: antara demokrasi organisasi atau konsolidasi otoritas ulama.

Muso

Muso

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026
Pebalap SARGA MOTORSPORT, Kingston Romeo Effendi saat tampil dalam ajang Kejurnas Drifting Seri 4 Passion, di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (4/9/2026) sore.

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026

Recent News

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026
Pebalap SARGA MOTORSPORT, Kingston Romeo Effendi saat tampil dalam ajang Kejurnas Drifting Seri 4 Passion, di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (4/9/2026) sore.

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

5 Oktober 2026
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026
Pebalap SARGA MOTORSPORT, Kingston Romeo Effendi saat tampil dalam ajang Kejurnas Drifting Seri 4 Passion, di Sirkuit Mijen Semarang, Minggu (4/9/2026) sore.

SARGA Motorsport Jadikan Passion Drift Mijen sebagai Pemanasan Menuju Rallycross World Cup 2026

5 Oktober 2026
Dari Semarang hingga Memburu Bandar Narkoba Lintas Negara, Ini Rekam Jejak Roy Hardi Siahaan Kapolda Jateng Baru

Roy Hardi Siahaan Kembali ke Jawa Tengah, Bawa Pengalaman Buru Buronan Narkoba Internasional

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya