
Tawa para pejuang kanker kembali terdengar di Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia Jawa Tengah, Semarang.
FOLKSTIME.ID – Suasana Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang kini berubah lebih hangat dan penuh keceriaan. Tawa para penyintas kanker kembali terdengar setelah sebuah meja tenis meja atau pingpong dihadirkan melalui bantuan PTM Andalan 88 Jawa Tengah. Kehadiran fasilitas sederhana tersebut tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga terapi psikologis yang membantu para pasien mengurangi tekanan selama menjalani pengobatan kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Meja pingpong yang ditempatkan di ruang bersama langsung dimanfaatkan para penghuni rumah singgah. Raket mulai diayunkan, bola dipukul bergantian, dan gelak tawa pecah setiap kali permainan berlangsung. Aktivitas yang sebelumnya didominasi cerita tentang kemoterapi, radiasi, hingga pemeriksaan medis kini berganti menjadi momen kebersamaan yang menghadirkan semangat baru.
Meja Pingpong Hadirkan Hiburan di Tengah Perjuangan Melawan Kanker
Salah seorang penghuni rumah singgah, Tince Agustina Tafoe (56) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengaku kehadiran meja pingpong menjadi hiburan yang sangat berarti selama menjalani pengobatan.
Sudah lebih dari satu bulan dirinya bersama sang suami tinggal di Rumah Singgah YKI Jawa Tengah untuk menjalani terapi kanker di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
“Kami bersyukur dan terima kasih sudah ada bantuan untuk kami bisa berolahraga biar kami bisa semangat untuk kesembuhan kami,” kata Tince.
Selama berada di Semarang sejak 23 Juni, hari-harinya lebih banyak dihabiskan dengan menjalani terapi di rumah sakit, kemudian kembali ke rumah singgah untuk beristirahat.
“Hari-harinya ya pergi ke rumah sakit, pulang sudah sama-sama teman ada nonton TV, masak bersama. Sekarang sudah ada bantuan meja pingpong, kami bisa bersama-sama main bola pingpong. Hiburan buat kami, pasien-pasien yang ada di YKI,” ujarnya.
Menurutnya, permainan sederhana tersebut mampu menghadirkan suasana berbeda yang membuat para pasien lebih bersemangat menjalani proses penyembuhan.
YKI: Olahraga Ringan Membantu Mengurangi Beban Psikologis Pasien Kanker
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Jawa Tengah, Dr. dr. Eko Adi, Sp.Onk, mengatakan penghuni rumah singgah merupakan pejuang kanker yang masih menjalani berbagai tahapan terapi.
Ia berharap keberadaan meja tenis meja dapat menjadi media rekreasi sekaligus membantu pasien mengalihkan perhatian dari rutinitas pengobatan yang melelahkan.
“Kami berharap mudah-mudahan para pejuang kanker segera sembuh. Memang kanker kalau kita upayakan ada banyak yang sembuh juga,” ujar dr. Eko Adi.
Menurutnya, hampir setiap hari pasien disibukkan dengan jadwal kemoterapi, radioterapi, MRI, maupun pemeriksaan lanjutan. Kehadiran aktivitas olahraga ringan diharapkan mampu mengurangi tekanan psikologis tersebut.
“Harapannya para pejuang kanker ini selain memikirkan kapan jadwal terapi, kapan jadwal radiasi, kapan kemo, kapan MRI scan, ada permainan baru yang bisa dilakukan bersama teman-temannya,” katanya.
Bermain Pingpong Diyakini Meningkatkan Hormon Endorfin
Selain memberikan manfaat fisik, tenis meja juga dinilai berkontribusi terhadap kesehatan mental pasien.
Dr. Eko menjelaskan aktivitas yang menyenangkan dapat merangsang produksi hormon endorfin yang berkaitan dengan rasa bahagia. Sebaliknya, stres berkepanjangan akan memicu hormon adrenalin yang dapat memperburuk kondisi psikologis pasien.
“Kalau kita senang, kita bahagia itu yang banyak keluar adalah endorfin. Tapi kalau terus sedih yang keluar adalah adrenalin. Mudah-mudahan terapinya semakin baik, harapannya tingkat kesembuhannya akan semakin baik,” jelasnya.
Karena itu, olahraga ringan dipandang sebagai terapi pendamping yang mendukung proses pengobatan medis tanpa menggantikan terapi utama yang dijalani pasien.
Rumah Singgah YKI Semarang Tampung Pasien dari Berbagai Daerah
Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia Jawa Tengah selama ini menjadi tempat tinggal sementara bagi pasien kanker dewasa yang menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Penghuninya berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Papua, Palu, Balikpapan, Banjarmasin, Pangkalan Bun, Ponorogo, Tegal, Brebes hingga Kupang.
Jumlah penghuni dibatasi sekitar 18 pasien agar pelayanan dapat diberikan secara optimal. Sebagian besar pasien juga didampingi seorang anggota keluarga selama menjalani pengobatan.
Biaya Pengobatan Ditanggung BPJS, Kebutuhan Harian Dibantu Donatur
Menurut dr. Eko Adi, biaya pengobatan pasien sebagian besar telah dijamin melalui BPJS Kesehatan. Namun kebutuhan tempat tinggal, konsumsi, serta transportasi selama terapi masih menjadi tantangan bagi pasien yang berasal dari luar daerah.
Melalui Rumah Singgah YKI, kebutuhan tersebut berusaha dipenuhi dengan dukungan berbagai donatur.
“Pasien-pasien ini kebanyakan berasal dari luar daerah. Pembiayaan treatment kita berterima kasih kepada pemerintah karena sudah dijamin BPJS, tetapi untuk pendamping dan kebutuhan sehari-hari itu berat kalau harus kos sendiri. Karena itu YKI menyediakan rumah singgah,” ujarnya.
Selain menyediakan tempat tinggal, YKI juga membantu transportasi menuju rumah sakit serta menyediakan kebutuhan pokok seperti beras untuk memenuhi konsumsi pasien.
Rumah Singgah Terbuka bagi Pasien Kanker Dewasa
Rumah Singgah YKI menerima pasien kanker dewasa peserta BPJS Kesehatan kelas 2 maupun kelas 3 yang masih mampu berjalan secara mandiri.
Pasien diperbolehkan tinggal hingga seluruh rangkaian terapi selesai sehingga tidak perlu bolak-balik ke daerah asal selama menjalani pengobatan.
Kebijakan tersebut diterapkan karena rumah singgah belum memiliki fasilitas ambulans untuk pasien yang harus menjalani mobilisasi dengan posisi berbaring.
Kolaborasi PTM Andalan 88 Bangun Semangat Penyintas Kanker
Bantuan meja tenis meja lengkap beserta perlengkapannya diserahkan Ketua Umum PTM Andalan 88, Brigjen Pol (P) Lukas Arry Dwiko Utomo, didampingi Dr. dr. Awal Prasetyo, Sp.THT-BKL., MMARS, yang juga menjabat Ketua PMI Kota Semarang.
Lukas mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan aktivitas olahraga yang mampu meningkatkan kualitas hidup para penyintas kanker.
“Kegiatan sore hari ini adalah kolaborasi antara medis khususnya penyintas kanker dengan cabang olahraga tenis meja. Tujuannya untuk memberikan rasa nyaman kepada penderita kanker supaya memiliki spirit dan semangat yang lebih sehingga tingkat stresnya berkurang,” katanya.
Ia menambahkan berbagai hasil penelitian menunjukkan kondisi psikologis yang lebih baik berkontribusi terhadap proses pemulihan pasien kanker.
PTM Andalan 88 Siapkan Pelatih Rutin Dampingi Pasien
Komitmen PTM Andalan 88 tidak berhenti pada penyerahan meja pingpong. Klub tersebut juga akan mengirimkan pelatih secara berkala untuk mendampingi penghuni rumah singgah bermain tenis meja.
Program latihan dirancang sebagai kegiatan rekreasi, bukan olahraga kompetitif, dengan tujuan membangun optimisme para pasien selama menjalani pengobatan.
“Kami akan menyediakan tenaga pelatih untuk memberikan latihan-latihan kepada mereka. Lebih kepada membangun psikisnya. Rencananya dilakukan secara rutin, minimal seminggu beberapa kali,” ujar Lukas.
Meja Pingpong Menjadi Simbol Harapan Baru Penyintas Kanker
Bagi penghuni Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia Jawa Tengah, meja pingpong bukan sekadar perlengkapan olahraga.
Di atas meja sederhana itu, kecemasan akibat kemoterapi dan pemeriksaan medis perlahan tergantikan oleh tawa, kebersamaan, dan semangat untuk terus berjuang melawan kanker.
Percakapan mengenai hasil laboratorium kini diselingi candaan ketika bola melambung keluar meja atau berhasil melewati net. Keletihan setelah terapi pun sejenak terlupakan saat para pasien saling menyemangati dalam permainan.
Di Rumah Singgah YKI Semarang, harapan akan kesembuhan ternyata dapat tumbuh dari hal-hal sederhana. Salah satunya hadir melalui sebuah meja pingpong yang kini menjadi simbol semangat baru bagi para pejuang kanker.(tya)
