• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Sawah Produktif Semarang Terancam Hilang, DPRD Desak Penyelamatan Lahan Tugu Sebelum Beralih Jadi Kawasan Baru

setiawan by setiawan
28 Juli 2026
in Semarang
0
Abrasi dan rob terus menggerus sawah produktif di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. DPRD Kota Semarang mendesak pemerintah segera menyelamatkan lahan pertanian untuk mencegah alih fungsi lahan
Abrasi dan rob terus menggerus sawah produktif di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. DPRD Kota Semarang mendesak pemerintah segera menyelamatkan lahan pertanian untuk mencegah alih fungsi lahan

Abrasi dan rob terus menggerus sawah produktif di Kecamatan Tugu, Kota Semarang. DPRD Kota Semarang mendesak pemerintah segera menyelamatkan lahan pertanian untuk mencegah alih fungsi lahan

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – DPRD Kota Semarang mendesak Pemerintah Kota Semarang mempercepat langkah penyelamatan lahan sawah di Kecamatan Tugu yang terus terdampak abrasi dan rob. Kondisi tersebut dinilai menjadi ancaman serius terhadap ketahanan pangan daerah karena berpotensi menghilangkan lahan pertanian produktif sekaligus memicu alih fungsi lahan dalam beberapa tahun mendatang.

Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi ketahanan pangan yang digelar di Kota Semarang. Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman atau yang akrab disapa Pilus, menegaskan bahwa isu utama yang harus menjadi perhatian saat ini bukan hanya peningkatan produksi pangan, tetapi juga perlindungan lahan pertanian yang terus mengalami kerusakan akibat masuknya air laut ke kawasan persawahan.

Sawah Produktif Tugu Terus Tergerus Abrasi

Menurut Pilus, kerusakan paling nyata terjadi di wilayah Mangunharjo, Kecamatan Tugu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian Kota Semarang. Abrasi dan rob disebut telah mengubah bentang alam kawasan tersebut sehingga membutuhkan penanganan terpadu dari berbagai instansi.

“Kita sudah upaya untuk mendorong melalui pokok-pokok pikiran kami, tetapi itu tidak cukup. Butuh perhatian dari dinas terkait supaya air pasang bisa naik tetapi tidak menyebar ke sawah. Sekarang pemandangannya sudah berbeda, di sana sudah menjadi hutan mangrove, padahal itu dulunya sawah,” kata Pilus, Selasa (28/7/2026).

Ia menilai, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, sawah-sawah produktif di kawasan pesisir akan kehilangan fungsi sebagai lahan pertanian.

DPRD Khawatir Alih Fungsi Lahan Semakin Masif

Pilus mengingatkan, kerusakan sawah akibat abrasi tidak hanya berdampak terhadap hasil panen, tetapi juga dapat memicu petani menjual lahannya karena sudah tidak lagi produktif.

“Kalau itu dibiarkan, dua sampai tiga tahun ke depan hampir semua sawah yang ada di sana bisa tidak dapat ditanami lagi. Petani tentu akan kesulitan. Kalau petani sudah tidak bisa memanfaatkan sawahnya, pasti muncul keinginan untuk menjual lahan. Kalau dijual, bisa beralih fungsi ketika dibeli pengusaha,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian harus menjadi prioritas utama apabila Kota Semarang ingin menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Ia juga mengajak media dan seluruh pemangku kepentingan untuk ikut mengawal kebijakan perlindungan lahan pertanian agar regulasi yang telah ada dapat berjalan secara efektif.

“Saya mohon dukungan dari teman-teman wartawan untuk menyuarakan agar pertanian tetap dipertahankan. Regulasi memang sudah ada, tetapi perlu dikawal bersama,” katanya.

Kabar Baik! Bantuan Bedah Rumah di Semarang Kini Tembus Rp35 Juta per Unit

Ketahanan Pangan Harus Dimulai dari Perlindungan Sawah

Pilus menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari peningkatan produksi, melainkan juga dari kemampuan daerah mempertahankan lahan pertanian yang masih tersedia.

Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang perlu lebih serius mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari persoalan irigasi, abrasi, rob hingga kerusakan lingkungan yang mengancam produktivitas pertanian.

“Yang penting itu lahannya dulu. Jangan hanya bicara ketahanan pangan, tetapi lahannya tidak mendapat perhatian. Kota Semarang masih memiliki sawah produktif dan lahan pertanian yang harus dijaga. Pemerintah harus melihat kendala yang dialami petani, apakah irigasinya bermasalah, terkena abrasi, rob, atau persoalan lainnya,” jelasnya.

Abrasi Tak Hanya Rusak Tambak, Sawah Kini Ikut Terancam

Selain kawasan tambak yang selama ini lebih dulu terdampak abrasi, DPRD juga mengingatkan agar kerusakan tidak semakin meluas ke lahan persawahan.

“Kalau berbicara tambak memang kerusakannya sudah parah karena abrasi. Jangan terus dibiarkan nanti sawahnya juga ikut rusak. Ini sangat disayangkan. Sawah-sawah itu harus bisa kembali produktif sehingga hasil panennya menjadi kebanggaan bagi petani,” tuturnya.

Pilus juga menyinggung keberadaan varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi. Namun, menurutnya, hasil beras biosalin masih belum banyak diminati masyarakat karena karakter rasa yang dianggap berbeda.

“Kalau biosalin memang bisa ditanam di air payau, tetapi hasil berasnya menurut petani dan masyarakat kurang diminati. Kemungkinan karena masyarakat belum terbiasa mengonsumsi beras biosalin sehingga rasanya dianggap berbeda,” katanya.

Infrastruktur Irigasi Dinilai Perlu Diperkuat

Selain persoalan abrasi di kawasan pesisir, DPRD Kota Semarang juga menyoroti kebutuhan infrastruktur sumber air bagi lahan pertanian tadah hujan, khususnya di Kecamatan Mijen.

Pilus mendorong pembangunan sumur maupun embung agar petani tetap memiliki pasokan air selama musim kemarau.

“Kalau di wilayah Mijen yang tidak teraliri irigasi, perlu perhatian untuk dibuatkan sumur atau sarana lain yang dibutuhkan saat penanaman hingga menjelang panen. Embung juga bisa dimanfaatkan, bukan hanya sebagai kantong air, tetapi juga sebagai sumber air pertanian ketika musim kemarau,” ujarnya.

DLH: Perlindungan Sawah Sudah Diatur dalam RTRW

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Safrinal Sofaniadi, menegaskan bahwa perlindungan kawasan pertanian telah diatur dalam Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menurutnya, setiap pengajuan perizinan akan disesuaikan dengan ketentuan tata ruang sehingga kawasan pertanian yang dilindungi tidak dapat dialihfungsikan secara sembarangan.

“Dasarnya sudah ada Perda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang. Ketika ada perizinan, akan dilihat apakah sesuai dengan tata ruang atau tidak. Kalau tidak sesuai, tentu tidak akan diberikan izin,” kata Safrinal.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan berbagai langkah mitigasi abrasi melalui penanaman mangrove dan cemara laut di kawasan pesisir.

“Saat ini kami cukup intens melakukan penanaman mangrove, kemudian juga cemara laut untuk mengurangi abrasi yang terjadi. Harapannya kawasan tambak maupun sawah tidak semakin terdampak,” pungkasnya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Kebakaran melanda Pasar Modern BSB di Jalan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Minggu (26/7/2026) siang. Api diduga berasal dari kebocoran tabung gas di salah satu warung soto yang menyambar kompor masih menyala, sehingga kobaran api cepat membesar dan merambat ke kios lain. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan angin yang cukup kencang serta material peredam panas di bagian atap membuat api semakin cepat menjalar. Sebelum petugas tiba, sekuriti pasar sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, namun tidak berhasil karena sumber api berasal dari kebocoran gas. Damkar Kota Semarang mengerahkan empat armada dan 20 personel untuk menjinakkan kobaran api. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Pemilik warung berhasil menyelamatkan diri meski masih mengalami syok. #folkstime #semarang #kebakaran #bsb #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: Abrasi SemarangDLH semarangDPRD SemarangKetahanan PanganLahan PertanianMangunharjoMijenrob SemarangSawah Tugu
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya