• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 690 Alami Mual hingga Diare, Sampel Makanan Diuji Lab

setiawan by setiawan
31 Juli 2026
in News
0
690 siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan usai mengonsumsi MBG. Dinkes menerjunkan tiga ambulans, sementara sampel makanan diperiksa di laboratorium.
690 siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan usai mengonsumsi MBG. Dinkes menerjunkan tiga ambulans, sementara sampel makanan diperiksa di laboratorium.

690 siswa SMKN 6 Semarang diduga keracunan usai mengonsumsi MBG. Dinkes menerjunkan tiga ambulans, sementara sampel makanan diperiksa di laboratorium.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di SMK Negeri 6 Semarang, Jumat (31/7/2026). Sebanyak sekitar 690 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa mual, diare, muntah, hingga pusing setelah menu MBG dibagikan. Penanganan darurat langsung dilakukan dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kota Semarang, puskesmas, tenaga medis, serta instansi terkait, sementara penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Program Makan Bergizi Gratis dibagikan kepada siswa sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar satu jam setelah makanan dikonsumsi, keluhan kesehatan mulai dilaporkan oleh sejumlah siswa. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar dihentikan lebih awal dan para siswa dipulangkan sekitar pukul 11.00 WIB sembari dilakukan pendataan terhadap seluruh siswa yang mengalami gejala.

Langkah penanganan segera dilakukan oleh pihak sekolah melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tiga unit ambulans bersama tenaga kesehatan diterjunkan ke lokasi untuk memberikan pemeriksaan dan penanganan awal kepada para siswa yang mengalami keluhan.

Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, mengatakan koordinasi penanganan langsung dilakukan setelah adanya laporan dugaan keracunan. Menurutnya, data korban masih terus berkembang karena proses pendataan belum selesai.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan tim di sekolah dan sudah menginstruksikan penanganan terkait indikasi keracunan. Data masih berkembang. Untuk sementara laporan yang masuk melalui Google Form sekitar 690-an dengan berbagai keluhan, ada yang pusing, mual, diare, sampai muntah,” katanya.

Trans Semarang Borong Penghargaan Nasional, Peremajaan 132 Armada dan 27 Bus Listrik Jadi Kunci Sukses

Penanganan medis disebut telah dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang. Selain tiga ambulans dan tenaga kesehatan, unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Puskesmas Almahira, hingga pihak penyedia Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) juga diterjunkan ke sekolah untuk membantu proses penanganan para siswa.

“Begitu ada indikasi beberapa anak merasakan sakit, kami langsung menghubungi Dinas Kesehatan Kota Semarang. Alhamdulillah tiga ambulans dan tenaga medis sudah hadir di sekolah untuk membantu penanganan. Dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pihak SPPG juga hadir di lokasi,” ujar Berti.

Sebagian besar siswa yang mengalami gejala dilaporkan mendapatkan penanganan di lingkungan sekolah. Sementara itu, sejumlah orang tua memilih membawa anaknya ke rumah sakit guna memperoleh pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.

“Yang mengalami mual, pusing, dan diare sebagian besar sudah ditangani di sekolah bersama Puskesmas Almahira. Ada beberapa orang tua yang memilih merujuk anaknya ke rumah sakit dan kami mengikuti keputusan tersebut,” ungkapnya.

Jumlah siswa yang dirujuk ke rumah sakit disebut tidak banyak. Hingga Jumat siang, data lengkap mengenai siswa yang menjalani perawatan lanjutan masih terus dihimpun oleh pihak sekolah.

“Kalau yang dirujuk ke rumah sakit tidak sampai empat siswa. Ada yang dibawa ke RST dan ada juga ke RSBN. Untuk data lengkapnya masih kami himpun karena kejadian baru berlangsung siang tadi,” jelas Berti.

Di sisi lain, dugaan mengenai kualitas makanan juga disampaikan oleh salah seorang siswa yang identitasnya disamarkan dengan nama Milea. Ia mengaku mulai merasakan mual tidak lama setelah mengonsumsi menu MBG dan menyebut hampir seluruh siswa di kelasnya mengalami keluhan dengan tingkat yang berbeda.

“Jam 10 itu mulai ada yang mengeluh, makanya terus disuruh pulang,” katanya.

Menu MBG yang dibagikan pada hari itu terdiri atas tahu, telur kecap, dan susu. Milea menduga tahu yang disajikan sudah tidak berada dalam kondisi segar saat dikonsumsi.

“Kalau yang tadi itu tahunya seperti sudah agak basi,” ujarnya.

Ia juga mengaku menemukan kualitas makanan yang diduga kurang baik pada menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.

“Kalau kemarin itu ayam rendang sama sayur singkong, sayurnya juga sudah agak-agak basi,” tuturnya.

Menurut Milea, sejumlah siswa sempat dievakuasi ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan yang datang ke sekolah.

“Tadi dievakuasi ke UKS dulu, kemudian ada ambulans dan dilarikan ke puskesmas sepertinya,” ucapnya.

Ia mengaku mengalami mual dan diare setelah mengonsumsi makanan tersebut, meski kondisinya tidak tergolong berat.

“Saya sampai keluar masuk kamar mandi empat kali. Sekarang masih mules, cuma saya tidak terlalu parah,” pungkasnya.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan massal setelah Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 6 Semarang masih belum dapat dipastikan. Sampel makanan telah diambil dan sedang diperiksa di laboratorium oleh pihak terkait untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

“Untuk sementara pihak SPPG dan Dinas Kota Semarang sudah melakukan pengecekan di laboratorium. Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Yang jelas keluhan yang muncul didominasi pusing, mual, dan diare sambil menunggu hasil penyelidikan,” kata Berti.

Hingga berita ini diturunkan, pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan masih terus dilakukan. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab dugaan keracunan massal yang terjadi setelah konsumsi Program Makan Bergizi Gratis di SMKN 6 Semarang.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Belasan rumah akibat dampak proyek pembangunan Pakuwon, warga Kelurahan Tinjomoyo, Banyumanik, menolak skema tambal sulam yang ditawarkan Pakuwon atas kerusakan rumah terdampak proyek di Gombel Lama. Mereka meminta kompensasi tunai atau skema ganti untung karena khawatir kerusakan akan terus bertambah selama proyek masih berlangsung. Ketua RT 006 RW 005, Tugimin, mengatakan keputusan itu merupakan hasil kesepakatan warga. Menurutnya, perbaikan melalui vendor dinilai belum mencakup seluruh kerusakan, sementara debu dan kebisingan proyek juga mulai dikeluhkan warga. “Kesepakatannya Pakuwon mau bertanggung jawab. Tapi warga minta ganti untung atau uang tunai, bukan ditambal sulam,” ujar Tugimin. Hingga kini, warga mengaku belum menerima kepastian jadwal perbaikan dari pihak Pakuwon. #folkstime #semarang #gombel #pakuwon #jateng

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: Dinas Kesehatan Semarangkeracunan massalmakan bergizi gratisMBGsemarangSMKN 6 Semarang
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf
Keseruan Wellness Pagi bersama Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf

Nusatu by Artotel Semarang dan Candi Golf Gelar Wellness Pagi, Padukan Yoga dan Jamu

30 September 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menawarkan investasi proyek hijau di New York.

Zulhas Tawarkan Insentif Pasar Karbon untuk Tarik Investasi Hijau ke Indonesia

30 September 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

2 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya