FOLKSTIME.ID — Festival Kota Lama 2026 akan menjadi salah satu agenda wisata budaya yang meramaikan Kota Semarang selama 17 hari. Berlangsung pada 4-20 September 2026, festival ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan musik, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya Semarang kepada wisatawan dan tamu MTQ Nasional.
Durasi penyelenggaraan Festival Kota Lama 2026 diperpanjang dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang umumnya berlangsung sekitar sepekan. Berbagai agenda akan digelar di kawasan Kota Lama, mulai dari atraksi budaya, musik, kuliner, aktivitas komunitas, hingga pertunjukan folklor dari berbagai daerah dan mancanegara.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan konsep festival tahun ini disiapkan untuk memberikan pengalaman yang beragam kepada pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik Kota Lama sebagai destinasi wisata.
“Festival Kota Lama sendiri akan diawali dengan pembukaan tanggal 4 September, kemudian akan berlangsung sampai dengan tanggal 20 September,” ujar Indriyasari.
Kirab Duder Kembali Hadir, Kali Ini dengan Konsep Lebih Ringkas
Salah satu atraksi budaya yang kembali dihadirkan adalah Kirab Duder. Namun, pelaksanaannya pada Festival Kota Lama 2026 akan dibuat dalam format yang lebih kecil dan ringkas.
Kirab tersebut akan mengambil rute mulai dari Kaliman hingga kawasan Peralangan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya menghadirkan identitas budaya Semarang di tengah rangkaian festival.
Indriyasari menyebut Kirab Duder juga dipersiapkan untuk menyambut wisatawan dan tamu MTQ Nasional yang berada di Kota Semarang selama periode penyelenggaraan festival.
“Kirab Duder versi kecil akan dipertunjukkan pada Festival Kota Lama 2026. Ini sekaligus untuk menyambut tamu-tamu MTQ Nasional,” kata Indriyasari.
Bukan Sekadar Festival, Semarang Ingin Tunjukkan Identitas Budaya
Festival Kota Lama 2026 tidak diarahkan hanya sebagai pertunjukan hiburan. Pemerintah Kota Semarang menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkenalkan karakter seni dan budaya lokal kepada pengunjung.
Kawasan Kota Lama yang dikenal dengan bangunan bersejarah akan dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni, musik dan aktivitas masyarakat. Dengan konsep tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati suasana kawasan, tetapi juga mengenal kekayaan budaya Semarang.
“Di sana ada kuliner, ada atraksi, dan ada gedung-gedung yang banyak memiliki sejarah,” tutur Indriyasari.
Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain Jazz Kota Lama, pertunjukan orkestra, gowes bersama, peragaan busana, Pasar Sentiling, Wayang on the Stage, hingga pertunjukan folklor.
Sekitar 40 Penampilan Disiapkan
Salah satu rangkaian utama festival akan menampilkan sekitar 40 penampilan dari berbagai daerah. Peserta dari luar negeri juga dijadwalkan ambil bagian dalam festival tersebut.
Hingga saat ini, Malaysia disebut menjadi negara asing yang telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi. Sementara peserta dari sejumlah daerah di Indonesia juga telah masuk dalam daftar penampil.
“Untuk yang luar negeri sementara Malaysia. Untuk daerah lain sudah terdaftar, kurang lebih ada 40 yang akan kita tampilkan selama dua hari,” kata Indriyasari.
Keterlibatan peserta dari berbagai daerah dan negara tersebut diharapkan membuat Festival Kota Lama 2026 memiliki karakter yang semakin beragam sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya Semarang.
Pasar Sentiling Padukan Kuliner dan Atraksi
Daya tarik Festival Kota Lama 2026 juga akan diperkuat melalui Pasar Sentiling. Agenda ini akan memadukan kuliner dengan berbagai atraksi yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.
Pengunjung nantinya tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi juga dapat menikmati kuliner dan aktivitas yang berlangsung di kawasan Kota Lama.
Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan festival sebagai ruang interaksi antara wisatawan, pelaku seni, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat.
Wayang on the Stage Jadi Atraksi Budaya
Pertunjukan Wayang on the Stage turut disiapkan sebagai salah satu agenda festival. Pertunjukan ini akan dikemas secara khusus untuk memberikan alternatif hiburan sekaligus memperkenalkan seni tradisional kepada wisatawan.
Selain wayang, pertunjukan folklor juga akan menjadi salah satu agenda penting. Seni budaya Kota Semarang akan dipertemukan dengan kesenian dari daerah lain serta peserta dari luar negeri.
Pada bagian akhir rangkaian festival, berbagai kesenian tersebut akan ditampilkan untuk memperlihatkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia dan Semarang.
Tak Ada Satu Acara yang Disebut sebagai Puncak
Berbeda dengan konsep festival yang biasanya menempatkan satu acara sebagai puncak utama, Festival Kota Lama 2026 justru tidak menetapkan satu agenda sebagai puncak.
Menurut Indriyasari, setiap kegiatan memiliki karakter dan daya tarik masing-masing. Karena itu, seluruh rangkaian diposisikan sebagai bagian penting dari festival.
“Kalau puncak, semuanya puncak kalau buat saya. Semuanya ada keunikan tersendiri di sana, tetapi bentuknya macam-macam,” katanya.
Pada pembukaan, pengunjung akan disuguhi penampilan komunitas dan unsur seni dari kawasan Kota Lama. Agenda kemudian berlanjut dengan kegiatan seperti gowes bersama, pertunjukan jazz, dan orkestra.
Momentum Sambut Tamu MTQ Nasional
Panjanganya periode penyelenggaraan Festival Kota Lama 2026 juga bertepatan dengan momentum kedatangan tamu MTQ Nasional di Kota Semarang.
Kondisi tersebut dimanfaatkan Pemkot Semarang untuk memperkenalkan destinasi wisata sekaligus potensi seni dan budaya daerah kepada para tamu yang datang.
Kawasan Kota Lama akan menjadi salah satu ruang untuk menunjukkan bahwa Semarang memiliki kombinasi wisata sejarah, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif.
“Kita buat Kota Semarang sebagai tuan rumah yang baik, karena banyak tamu juga kunjungan di hari-hari itu. Kita tunjukkan kita bisa menjadi tuan rumah yang baik,” kata Indriyasari.
Ditargetkan Perkuat Daya Tarik Wisata Semarang
Festival Kota Lama 2026 diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kunjungan wisata ke Kota Semarang. Kehadiran berbagai pertunjukan selama 17 hari juga diharapkan membuat wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan menghabiskan waktu di kawasan Kota Lama.
Indriyasari mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Kota Lama sudah terlihat bahkan ketika tidak ada festival. Karena itu, aspek keamanan, ketertiban, dan kelancaran pelaksanaan menjadi perhatian pemerintah.
“Harapannya tentu berlangsung tertib, aman, lancar. Kita tahu kalau Kota Lama tanpa festival saja sudah ramai, masyarakat juga antusias,” ujarnya.
Festival Kota Lama Didorong Masuk Kalender Internasional
Pengembangan Festival Kota Lama 2026 juga diarahkan untuk memperluas jangkauan hingga tingkat internasional. Dukungan dari Kementerian Pariwisata disebut telah diberikan dalam pengembangan festival tersebut.
Keterlibatan peserta dari berbagai daerah dan Malaysia menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi Festival Kota Lama sebagai agenda wisata budaya yang memiliki daya tarik lebih luas.
Dengan berlangsung selama 4-20 September 2026, festival akan menggabungkan kekuatan kawasan Kota Lama berupa bangunan bersejarah dengan seni pertunjukan, musik, kuliner, folklor, dan aktivitas masyarakat.
Bagi Kota Semarang, momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan memperlihatkan identitas kota kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara.
“Ini menyambut tamu-tamu wisatawan juga dari MTQ Nasional. Harapannya mereka juga menikmati dan Semarang memang berbeda, Semarang memang spesial,” tutur Indriyasari.(tya)













