Jembatan gantung permanen di Tambak Sari, Semarang telah rampung dibangun TNI. Warga kini kembali mudah bekerja, bersekolah, hingga membuang sampah setelah akses sempat terputus akibat banjir bandang.

Jembatan gantung permanen di Tambak Sari, Semarang telah rampung dibangun TNI. Warga kini kembali mudah bekerja, bersekolah, hingga membuang sampah setelah akses sempat terputus akibat banjir bandang.

FOLKSTIME.ID – Jembatan gantung permanen di RW 7 Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, telah selesai dibangun oleh Kodim 0733/Kota Semarang sehingga akses warga yang sempat terputus akibat banjir bandang kini kembali tersambung, termasuk untuk bekerja, bersekolah, serta membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di seberang Sungai Beringin.

Akses jembatan sebelumnya diketahui roboh diterjang banjir bandang beberapa bulan lalu sehingga aktivitas masyarakat harus dilakukan dengan memanfaatkan perahu maupun jembatan darurat. Kondisi tersebut menyebabkan mobilitas warga terganggu, bahkan distribusi sampah menuju TPS tidak dapat dilakukan secara normal hingga terjadi penumpukan sampah di lingkungan permukiman.

Jembatan gantung permanen kemudian dibangun oleh TNI dengan konstruksi beton sepanjang 40 meter dan lebar sekitar 1,2 meter. Infrastruktur tersebut kini telah dapat dilintasi pejalan kaki, sepeda, sepeda motor hingga gerobak, sehingga diharapkan mampu mendukung aktivitas harian masyarakat secara lebih aman, terutama saat debit Sungai Beringin meningkat.

“Jembatan ini bisa dilewati motor, sepeda dan orang. Gerobak juga bisa, ini yang penting karena digunakan untuk membuang sampah,” kata warga RW 7 Kelurahan Tambak Sari, Mudhofin, usai peresmian jembatan, Kamis (23/7).

Menurut Mudhofin, keberadaan jembatan permanen tersebut menjadi solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi warga, khususnya terkait akses menuju TPS yang berada di seberang sungai. Selama jembatan terputus, sampah rumah tangga sempat menumpuk karena warga kesulitan mengangkutnya.

“Yang paling dirasakan warga memang akses untuk membuang sampah. Sekarang gerobak sudah bisa lewat sehingga sampah bisa langsung dibawa ke TPS,” ujarnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman, menyampaikan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah pusat melalui TNI setelah akses utama masyarakat di RW 7 terputus akibat bencana.

“Alhamdulillah direspon cepat, diajukan Pak Dandim, lalu disetujui dan langsung dibangun oleh TNI bersama warga,” katanya.

Menurut Kadar, kolaborasi antara TNI dan masyarakat dinilai menjadi solusi percepatan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan warga. Apabila pembangunan harus mengandalkan pembiayaan melalui APBD, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama.

“Warga tentu senang ya, karena Pak Dandim sudah mengusahakan dan ini sangat membantu. Kalau menunggu APBD tentu prosesnya akan lama,” ujarnya.

Pembangunan jembatan tersebut juga disebut telah mengembalikan kelancaran aktivitas masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir harus menempuh jalur alternatif menggunakan perahu maupun jembatan darurat.

Sementara itu, Komandan Kodim 0733/Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo melalui Danramil 14 Tugu Mayor Inf Sugiharto menjelaskan pembangunan jembatan gantung permanen itu diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan dengan melibatkan personel Koramil dan Kodim.

“Dibangun satu bulan, kita melibatkan beberapa pleton dari Koramil dan dari Kodim, alhamdulillah tidak ada kendala dalam pembangunan jembatan dengan panjang 40 meter ini,” jelas Sugiharto.

Ia mengatakan seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga jembatan kini telah siap dimanfaatkan masyarakat sebagai akses utama penghubung permukiman dengan berbagai fasilitas di seberang sungai.

Camat Tugu Muhammad Mirzaq Effendi berharap keberadaan jembatan tersebut mampu memulihkan aktivitas ekonomi warga sekaligus mengatasi persoalan penumpukan sampah yang sempat terjadi selama akses terputus.

“Kemarin kan pekerjaan rumahnya adalah sampah yang tidak bisa dibuang karena aksesnya terputus, harapan saya sudah tidak ada lagi timbunan sampah di perkampungan dan perekonomian bisa berputar lagi. Warga juga harus ikut menjaga jembatan ini,” pungkasnya.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Kebakaran melanda rumah di Jalan Kerapu, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Selasa (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang perempuan diketahui bernama Susilawati (44), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah saat proses pemadaman. Menurut warga api sudah membesar saat pertama kali tahu, sehingga langsung bergotong royong memadamkan api menggunakan ember dan selang sambil menunggu Damkar tiba. Petugas Damkar tiba kurang dari lima menit setelah laporan diterima. Korban ditemukan di bagian belakang rumah, dekat sumur. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Hingga 22 Juli 2026, Damkar Kota Semarang mencatat 51 kasus kebakaran dan mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik serta tidak membakar sampah atau lahan sembarangan. #folkstime #semarang #jateng #damkar #kebakaran

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *