Demokrasi Tetap Bergerak, KPU Kota Semarang Perkuat Data Pemilih dan Literasi Politik 2026

Demokrasi Tetap Bergerak, KPU Kota Semarang Perkuat Data Pemilih dan Literasi Politik 2026

FOLKSTIME.ID – KPU Kota Semarang mengintensifkan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan pendidikan politik masyarakat selama masa non-electoral sebagai upaya menjaga kualitas demokrasi serta menyiapkan data pemilih yang akurat untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada mendatang.

Program tersebut dijalankan sepanjang Tahun Anggaran 2026 dengan fokus pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan penguatan literasi politik warga. Melalui agenda itu, akurasi daftar pemilih terus diperbarui agar tetap mutakhir, komprehensif, serta dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyelenggaraan pemilu berikutnya.

Pemutakhiran data pemilih dilakukan setiap triwulan dengan memanfaatkan sinkronisasi data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir, data TNI, Polri, pengadilan, lembaga pemasyarakatan, hingga masukan masyarakat. Seluruh data kemudian dicermati, disinkronkan, dikoordinasikan lintas instansi, serta diverifikasi melalui Pencocokan Terbatas (Coktas) sebelum ditetapkan sebagai hasil PDPB.

Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, mengatakan bahwa pekerjaan KPU tidak berhenti setelah seluruh tahapan Pemilu selesai dilaksanakan. Menurutnya, masa non-electoral justru dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas demokrasi melalui pembaruan data pemilih dan peningkatan pendidikan politik masyarakat.

“Sepanjang masa non-electoral kami tetap melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan serta pendidikan pemilih agar daftar pemilih tetap akurat dan masyarakat semakin memahami pentingnya demokrasi,” kata Ahmad Zaini.

Data pemilih yang diperbarui meliputi penambahan warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, pencoretan pemilih yang meninggal dunia, perubahan domisili, pembaruan elemen data kependudukan, perubahan status anggota TNI maupun Polri, hingga perubahan status hak pilih sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ahmad Zaini menegaskan, seluruh proses tersebut dilakukan untuk memastikan setiap warga negara yang memenuhi syarat tetap memperoleh hak konstitusionalnya pada pemilu mendatang. “Kami ingin memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilih hanya karena persoalan administrasi. Karena itu pembaruan data dilakukan secara berkala dan melibatkan berbagai sumber data yang valid,” ujarnya.

Selain menjaga kualitas data pemilih, pendidikan politik masyarakat juga terus diperluas melalui berbagai program. Salah satunya diwujudkan melalui Podcast Lumpia atau Lapak Diskusi Pemilu dan Pemilihan yang kini diselenggarakan dalam format Live Podcast setiap Senin pukul 10.00 WIB melalui kanal YouTube KPU Kota Semarang.

Dalam program tersebut, seluruh 18 partai politik di Kota Semarang dihadirkan secara bergantian sebagai narasumber untuk memperkenalkan visi, misi, dan program partai sekaligus membuka ruang dialog mengenai demokrasi dan kepemiluan kepada masyarakat.

“Podcast Lumpia kami hadirkan agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai partai politik dan proses demokrasi. Seluruh partai politik diberi ruang yang sama untuk menyampaikan informasi kepada publik,” ujar Ahmad Zaini.

Pendidikan pemilih juga diselenggarakan secara langsung di sejumlah kelurahan yang memiliki tingkat partisipasi terendah pada Pilkada Serentak 2024. Kegiatan tersebut menyasar kelompok rentan, mulai dari pemilih pemula, perempuan hingga lanjut usia, dengan pelaksanaan di satu kelurahan pada setiap kecamatan yang mencatat angka partisipasi paling rendah.

Melalui kegiatan tatap muka tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih, meningkatkan literasi politik, bijak menggunakan media sosial, serta memperkuat kemampuan menangkal hoaks dan disinformasi yang berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi.

Ahmad Zaini mengatakan peningkatan partisipasi pemilih tidak cukup hanya dilakukan menjelang pemungutan suara. “Pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesadaran demokrasi, mampu menyaring informasi, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam setiap penyelenggaraan pemilu,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat juga diajak berpartisipasi aktif menjaga validitas data pemilih melalui layanan cekdptonline.kpu.go.id. Melalui layanan tersebut, warga dapat memeriksa status sebagai pemilih sekaligus menyampaikan masukan apabila ditemukan data yang belum sesuai atau belum terdaftar dengan mendatangi Kantor KPU Kota Semarang di Jalan Dr. Cipto Nomor 115 disertai dokumen kependudukan yang diperlukan.

“Kami mengajak masyarakat ikut mengawasi dan memastikan data pemilihnya sudah benar. Partisipasi masyarakat sangat penting agar daftar pemilih semakin akurat dan berkualitas,” tutur Ahmad Zaini.

Melalui pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dan penguatan pendidikan politik, kualitas demokrasi di Kota Semarang diharapkan tetap terjaga pada masa non-electoral sehingga penyelenggaraan Pemilu maupun Pilkada mendatang dapat didukung daftar pemilih yang valid serta masyarakat yang semakin melek politik.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Kebakaran melanda rumah di Jalan Kerapu, Kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Selasa (22/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Seorang perempuan diketahui bernama Susilawati (44), ditemukan meninggal dunia di dalam rumah saat proses pemadaman. Menurut warga api sudah membesar saat pertama kali tahu, sehingga langsung bergotong royong memadamkan api menggunakan ember dan selang sambil menunggu Damkar tiba. Petugas Damkar tiba kurang dari lima menit setelah laporan diterima. Korban ditemukan di bagian belakang rumah, dekat sumur. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Hingga 22 Juli 2026, Damkar Kota Semarang mencatat 51 kasus kebakaran dan mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik serta tidak membakar sampah atau lahan sembarangan. #folkstime #semarang #jateng #damkar #kebakaran

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *