• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Bocah Nyaris Masuk Selokan Saat Lomba Trenggiling Kardus di Semarang, Tawa Warga Pecah Warnai HUT RI ke-81

setiawan by setiawan
2 Agustus 2026
in Semarang
0
Lomba trenggiling kardus dalam perayaan HUT RI ke-81 di Kampung Pakintelan, Semarang, menyita perhatian warga.
Lomba trenggiling kardus dalam perayaan HUT RI ke-81 di Kampung Pakintelan, Semarang, menyita perhatian warga.

Lomba trenggiling kardus dalam perayaan HUT RI ke-81 di Kampung Pakintelan, Semarang, menyita perhatian warga.

0
SHARES
0
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Semangat menyambut HUT RI ke-81 mulai dihidupkan dari lingkungan kampung. Di tengah maraknya hiburan modern, tradisi lomba 17 Agustus justru kembali dipilih sebagai cara mempererat kebersamaan warga. Di Kampung Pakintelan RT 5 RW 5, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, berbagai permainan tradisional digelar dengan konsep kreatif yang berhasil menghadirkan gelak tawa sekaligus menjadi ruang pendidikan karakter bagi anak-anak.

Salah satu yang paling menyita perhatian ialah lomba trenggiling kardus, sebuah permainan sederhana yang mengharuskan peserta berjalan menggunakan kardus besar hingga menyerupai gerakan satwa trenggiling. Meski terlihat mudah, perlombaan tersebut justru menjadi tantangan tersendiri karena seluruh pandangan peserta tertutup kardus sehingga mereka hanya mengandalkan keseimbangan dan insting untuk mencapai garis akhir.

Permainan yang digelar pada Minggu (2/8/2026) itu seketika berubah menjadi tontonan menghibur. Sorak sorai warga terus terdengar dari berbagai sudut arena ketika para peserta mulai kehilangan arah. Tawa pecah hampir tanpa henti karena langkah demi langkah yang dilakukan anak-anak sering kali justru membawa mereka keluar lintasan.

Perayaan HUT RI ke-81 di Semarang tersebut pun memperlihatkan bahwa kemeriahan tidak selalu harus dihadirkan melalui perlombaan yang mahal. Kreativitas warga berhasil ditunjukkan dengan memanfaatkan kardus bekas menjadi wahana permainan yang mampu mengundang antusiasme seluruh masyarakat.

Trans Semarang Borong Penghargaan Nasional, Peremajaan 132 Armada dan 27 Bus Listrik Jadi Kunci Sukses

Lomba Trenggiling Kardus Jadi Primadona Perayaan HUT RI ke-81

Nuansa khas perayaan kemerdekaan langsung terasa sejak lomba dimulai. Anak-anak tampak antusias mengenakan kardus yang telah dimodifikasi menyerupai tubuh trenggiling. Mereka kemudian diminta merangkak sekaligus berjalan menuju garis finis tanpa bisa melihat arah di depan.

Kondisi itulah yang membuat jalannya perlombaan berlangsung penuh kejutan. Beberapa peserta terlihat berputar-putar di tengah lintasan, sementara yang lain justru berjalan menuju arah penonton.

Teriakan penyemangat terus diberikan warga. Orang tua, remaja hingga lansia larut dalam suasana penuh kegembiraan yang sudah lama dirindukan setiap datangnya bulan Agustus.

Momentum tersebut menjadi bukti bahwa lomba HUT RI ke-81 masih memiliki daya tarik kuat sebagai sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Aksi Bilal Hampir Terperosok ke Selokan, Penonton Langsung Heboh

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian terjadi ketika peserta bernama Bilal Sadam Musafa (10) mulai kehilangan orientasi saat berjalan menggunakan kardus.

Tanpa disadari, langkah Bilal terus bergeser ke sisi kiri lintasan hingga hampir mengarah ke selokan yang berada di tepi arena. Warga yang menyaksikan langsung spontan berteriak memberi aba-aba, sementara tawa pun tak dapat dibendung ketika Bilal akhirnya kembali ke jalur perlombaan.

Usai lomba, Bilal mengaku tantangan terbesar justru muncul karena dirinya sama sekali tidak dapat melihat arah tujuan.

“Capek banget, karena gak bisa lihat depan jadi tau-tau belok sendiri dan hampir masuk selokan,” ujar Bilal sambil tertawa usai mengikuti perlombaan.

Pengalaman tersebut justru menjadi cerita paling menarik bagi Bilal. Meski hampir tercebur, ia tetap tersenyum dan mengaku ingin kembali mengikuti perlombaan berikutnya.

Momen spontan seperti itu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap lomba tradisional karena menghadirkan hiburan alami yang tidak dibuat-buat.

Permainan Tradisional Dipilih untuk Menanamkan Nilai Perjuangan

Berbagai perlombaan yang digelar di Kampung Pakintelan ternyata tidak hanya disiapkan sebagai hiburan semata.

Melalui konsep permainan sederhana, nilai perjuangan, sportivitas, kerja keras hingga kejujuran sengaja dikenalkan kepada anak-anak sejak usia dini.

Pemilihan lomba seperti trenggiling kardus, kipas ikan, maupun pancing pensil dilakukan agar seluruh peserta dapat menikmati permainan tanpa harus terbebani dengan perlengkapan yang mahal.

Dengan cara tersebut, makna kemerdekaan diharapkan dapat dipahami melalui pengalaman langsung saat mengikuti perlombaan.

Ketua RT: Semangat Pahlawan Kini Ditanamkan Lewat Lomba 17 Agustus

Semangat kebersamaan yang dibangun dalam perlombaan tersebut dijelaskan langsung oleh Ketua RT 5 RW 5 Pakintelan, Yulianto Prabowo.

Menurut pria yang akrab disapa Bowo itu, perjuangan para pahlawan memang tidak mungkin disamakan dengan perlombaan. Namun semangat pantang menyerah dapat mulai dikenalkan melalui kompetisi sederhana yang diikuti anak-anak.

“Kalau dulu para pahlawan harus berjuang memperebutkan kemerdekaan, kali ini melatih anak-anak untuk berjuang agar menjadi pemenang dalam perlombaan 17 Agustusan,” kata Yulianto Prabowo.

Ia menilai kemenangan bukan menjadi tujuan utama.

Yang lebih penting adalah keberanian untuk mencoba, belajar menerima kekalahan, serta menghargai lawan selama pertandingan berlangsung.

Kebersamaan Lebih Penting daripada Lomba Mewah

Menurut Bowo, semangat gotong royong justru menjadi roh utama dalam setiap perayaan Hari Kemerdekaan.

Karena itu, panitia tidak pernah berupaya menghadirkan perlombaan yang mahal ataupun penuh hadiah besar.

Sebaliknya, permainan sederhana dianggap lebih mampu menghadirkan kebersamaan antarwarga.

“Gak usah lomba-lomba yang mewah-mewah, yang penting semua guyub dan bisa sportif mendapatkan kemenangan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa esensi perayaan HUT RI ke-81 tidak diukur dari besarnya anggaran, melainkan dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi.

Tangkap Lele Disiapkan Setelah Upacara Kemerdekaan

Keseruan perayaan ternyata belum berhenti pada perlombaan anak-anak.

Panitia telah menyiapkan agenda lanjutan yang dapat diikuti seluruh warga seusai pelaksanaan upacara 17 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipilih ialah lomba tangkap lele di kolam yang dipastikan akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Nanti akan ada tangkap lele yang bisa diikuti semua warga, Hadiahnya lele dan uang,” kata Bowo.

Agenda tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu karena dapat diikuti mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Permainan Viral Panjat Pinang Pohon Pisang Ditiadakan Demi Keselamatan

Dalam kesempatan itu, Bowo juga mengungkapkan bahwa panitia sebenarnya pernah memiliki permainan unik yang sempat menjadi perhatian publik.

Pada tahun sebelumnya, panjat pinang diganti menggunakan pohon pisang yang digantung. Konsep tersebut bahkan viral di media sosial karena dinilai unik dan berbeda dari perlombaan pada umumnya.

Namun evaluasi akhirnya dilakukan setelah terdapat peserta yang mengalami cedera.

Atas dasar keselamatan, permainan tersebut diputuskan tidak lagi dimasukkan dalam rangkaian HUT RI ke-81 tahun ini.

“Sebelumnya ada permainan yang kita laksanakan dan sempat viral di medsos, yakni panjat pinang tapi terbuat dari pohon pisang yang digantung. Namun karena tahun sebelumnya sempat ada yang cidera maka kita hilangkan demi keselamatan,” pungkasnya.

Tradisi 17 Agustus Terus Hidup di Tengah Modernisasi

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Pakintelan memperlihatkan bahwa tradisi lomba rakyat masih memiliki tempat di hati masyarakat.

Di balik tawa yang tercipta karena peserta kehilangan arah, tersimpan nilai perjuangan, keberanian, sportivitas, gotong royong, hingga rasa persaudaraan yang terus diwariskan kepada generasi muda.

Kemeriahan lomba trenggiling kardus di Semarang pun menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak harus dirayakan dengan kemewahan. Cukup dengan kreativitas, kekompakan warga, dan permainan sederhana, makna perjuangan para pahlawan dapat terus dikenang sekaligus diwariskan kepada anak-anak sebagai penerus bangsa.(tya)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Kamis (30/7). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa Stasiun Tawang merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan. “Bangsa yang besar tidak boleh melupakan sejarahnya sendiri,” tegas Prabowo saat peresmian. Sebelum memasuki stasiun, Prabowo yang datang menggunakan mobil Maung sempat menyapa warga dan ratusan pelajar yang telah menunggu sejak pagi. Ia melambaikan tangan, membagikan kaos, dan menyalami para siswa di pintu masuk stasiun. Peresmian turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Seskab Teddy Indra Wijaya, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Usai peresmian, Presiden melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer menuju Batang untuk menghadiri peresmian akad massal 62 ribu rumah KPR subsidi yang digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia. #folkstime #semarang #jateng #prabowo #KAI

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id
Tags: GunungpatiHUT RI ke-81lomba 17 Agustuslomba tradisionalPakintelansemarangtrenggiling kardus
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama

Pengurus PBNU 2026-2031 Era Gus Kikin Resmi Diumumkan, Ini Susunan Lengkapnya

2 Oktober 2026
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo
Pelantikan Kabinet Merah Putih usai direshuffle oleh Presiden Prabowo

Kabinet Merah Putih Kembali Dirombak, Prabowo Geser 18 Pejabat

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya