
SDN Tugurejo 01 Semarang menghadirkan MPLS Ramah bertema Piala Dunia 2026 dengan guru berkostum tim nasional, kirab bola, hingga pertandingan mini
FOLKSTIME.ID – Pelaksanaan MPLS Ramah SDN Tugurejo 01 Semarang pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026), dikemas dengan tema Piala Dunia 2026 sebagai upaya menanamkan nilai sportivitas, kolaborasi, disiplin, dan pembentukan karakter peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan dasar.
Suasana sekolah dibuat menyerupai stadion sepak bola. Ratusan bendera negara peserta Piala Dunia dipasang menghiasi lingkungan sekolah, sementara para guru mengenakan kostum sepak bola dari berbagai negara. Penyambutan peserta didik baru diawali dengan kirab yang dipimpin guru membawa bola sebagai simbol kebersamaan dan semangat belajar.
Sebanyak 351 siswa bersama orang tua mengikuti pembukaan MPLS Ramah yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar proses pengenalan lingkungan sekolah berlangsung menyenangkan sekaligus menghadirkan pengalaman pertama yang berkesan bagi peserta didik baru.
“Kami mengusung tema Piala Dunia pada MPLS Ramah tahun ini. Harapannya siswa dapat memahami bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Potensi itu tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik seperti olahraga maupun kesenian,” kata Kepala SD Negeri Tugurejo 01 Semarang, Nur Rakhmat.
Menurut Nur Rakhmat, sepak bola dipilih karena mampu menjadi media pembelajaran karakter yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
“Melalui sepak bola, siswa diajarkan tentang disiplin, kerja sama, kepemimpinan, sportivitas, hingga rasa percaya diri. Nilai-nilai itu sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun selama mengikuti proses pendidikan,” ujarnya.
Pertandingan Mini Ciptakan Suasana Akrab
Suasana pembukaan MPLS semakin semarak ketika pertandingan sepak bola mini diperagakan oleh guru bersama perwakilan siswa di lapangan sekolah. Sorak-sorai peserta didik dan orang tua mewarnai jalannya pertandingan yang menjadi bagian dari proses mencairkan suasana pada hari pertama sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SDN Tugurejo 01 Semarang turut berperan sebagai pelatih, sementara para guru tampil menggunakan kostum tim nasional dari berbagai negara peserta Piala Dunia 2026.
Konsep tersebut disiapkan agar peserta didik baru tidak mengalami ketegangan ketika pertama kali memasuki lingkungan sekolah. Sebaliknya, suasana belajar diharapkan dapat dirasakan lebih ramah, menyenangkan, dan membangun rasa percaya diri anak sejak awal.
Prosesi Pembukaan Dilakukan Secara Simbolis
Pembukaan MPLS Ramah juga ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan confetti sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Selanjutnya dilakukan penyerahan simbolis peserta didik dari orang tua kepada pihak sekolah yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan bandana MPLS kepada siswa baru sebagai tanda dimulainya perjalanan pendidikan mereka di SDN Tugurejo 01 Semarang.
Momentum tersebut dimaknai sebagai bentuk kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi proses tumbuh kembang peserta didik selama menempuh pendidikan.
“Seluruh rangkaian MPLS dapat terlaksana berkat kerja sama yang luar biasa antara guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Lantip 7 Universitas Negeri Semarang. Walaupun masih dalam suasana libur sekolah, seluruh bapak dan ibu guru bersama tenaga kependidikan bergotong royong mempersiapkan kegiatan ini,” tutur Nur Rakhmat.
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan selama masa libur sekolah bertujuan menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa maupun orang tua sehingga hari pertama sekolah menjadi momen yang menyenangkan.
Kolaborasi Guru dan Mahasiswa UNNES
Keberhasilan penyelenggaraan MPLS Ramah 2026 disebut tidak terlepas dari dukungan seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Lantip 7 Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Melalui kolaborasi tersebut, konsep pembukaan yang mengangkat tema Piala Dunia 2026 dapat diwujudkan dengan berbagai ornamen, rangkaian acara, hingga permainan edukatif yang mampu menarik perhatian peserta didik sejak memasuki gerbang sekolah.
Karakter Dibangun Melalui Pembelajaran Menyenangkan
Setelah rangkaian pembukaan selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh guru, sesi foto bersama, serta pengenalan berbagai fasilitas sekolah sebelum peserta didik memasuki kelas masing-masing.
Melalui konsep MPLS Ramah bertema Piala Dunia 2026, nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, kreativitas, kepemimpinan, serta rasa percaya diri diupayakan dapat ditanamkan sejak hari pertama sekolah.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran ramah anak yang dikembangkan SDN Tugurejo 01 Semarang agar proses adaptasi peserta didik berlangsung lebih nyaman sekaligus memperkuat pendidikan karakter. Semangat tersebut juga sejalan dengan slogan sekolah, “SDN Tugurejo 01 Estu Joss (Jaya, Optimis, Smart, dan Spiritualis)”, yang diharapkan mampu membangun optimisme setiap peserta didik sejak memulai pendidikan dasar.(tya)
