Pembina Posyandu Jawa Tengah Ning Nawal mengapresiasi inovasi layanan kesehatan mental Posyandu di Kota Surakarta melalui program "Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat".

Pembina Posyandu Jawa Tengah Ning Nawal mengapresiasi inovasi layanan kesehatan mental Posyandu di Kota Surakarta melalui program "Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat".

FOLKSTIME.IDNing Nawal Arafah Yasin mengapresiasi inovasi layanan kesehatan mental Posyandu di Kota Surakarta yang mengusung slogan “Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat” saat melakukan kunjungan ke Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) RW 06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kamis (16/7/2026). Program tersebut dinilai layak dijadikan percontohan karena mampu memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau pelaksanaan Posyandu 6 SPM yang telah mengintegrasikan layanan kesehatan mental, sistem rujukan, serta digitalisasi pelayanan. Inovasi yang dikembangkan dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan psikolog sekaligus memperkuat deteksi dini persoalan kesehatan jiwa.

Layanan kesehatan mental Posyandu Solo menjadi salah satu inovasi yang mendapatkan perhatian karena telah dilengkapi pendampingan psikolog, sistem rujukan ke fasilitas kesehatan, hingga layanan konsultasi berbasis digital. Model pelayanan tersebut dinilai mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Apabila ada warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit jiwa. Layanan seperti ini sudah tersedia di setiap Posyandu di Kota Surakarta. Yang menarik, mereka juga memiliki tagline ‘Ojo Lali Mesem, Ojo Lali Sambat’. Artinya, jangan ragu untuk bercerita karena kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” kata Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin.

Menurut Nawal, keberadaan layanan tersebut menunjukkan bahwa Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mampu menjangkau berbagai kebutuhan kesehatan, termasuk kesehatan mental.

“Layanan kesehatan mental yang didampingi para psikolog mendapat respons sangat positif dari masyarakat,” ujarnya.

Selain konsultasi secara langsung, layanan kesehatan mental juga dapat diakses secara digital melalui barcode yang tersedia di Posyandu. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh informasi jadwal pelayanan sekaligus memilih psikolog yang memberikan layanan konsultasi secara tatap muka maupun daring.

Digitalisasi pelayanan juga diterapkan melalui integrasi data berbasis web yang digunakan Posyandu RW 06. Berbagai data masyarakat, mulai dari lansia, ibu hamil, hingga laporan dan aduan warga, telah dihimpun dalam satu sistem yang terhubung dengan tindak lanjut perangkat daerah terkait.

“Berbagai data masyarakat telah terdokumentasi dalam satu sistem yang terhubung dengan respons dari perangkat daerah terkait,” ungkap Nawal.

Menurutnya, penerapan sistem tersebut dapat meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus mempercepat koordinasi antarinstansi dalam menangani berbagai kebutuhan masyarakat.

“Inovasi semacam ini layak diterapkan di Posyandu lain dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan begitu, implementasi Posyandu 6 SPM benar-benar mampu menghadirkan pelayanan yang menyeluruh bagi masyarakat,” katanya.

Nawal juga menilai penguatan layanan Posyandu sejalan dengan pelaksanaan program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) milik Dinas Sosial sehingga integrasi data kesejahteraan masyarakat dan penyaluran berbagai bantuan dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Penguatan layanan Posyandu juga sejalan dengan program Kecamatan Berdaya yang mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk melalui Puskesos untuk mengintegrasikan data kesejahteraan dan penyaluran berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat,” pungkasnya.(mus)

@folkstime.id

FOLKSTIME.ID- Pemerintah Kota Semarang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di TPA Jatibarang menjelang musim kemarau dan ancaman El Nino. Satgas gabungan yang melibatkan berbagai OPD, TNI-Polri, serta pemerintah wilayah disiagakan untuk melakukan patroli, pengawasan, dan pendinginan di titik-titik rawan. Sekda Kota Semarang Handi Priyanto menegaskan seluruh pihak harus terlibat dalam upaya pencegahan. Pemeriksaan di pintu masuk TPA juga diperketat untuk memastikan tidak ada rokok maupun korek api yang dibawa masuk. Selain itu, Damkar Kota Semarang mengimbau masyarakat tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran saat musim kemarau. #semarang #jateng #kebakaran #damkar #semaranghitshitz

♬ suara asli – Folkstime.id – Folkstime.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *