• Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Folkstime.id
Advertisement
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi
No Result
View All Result
Folkstime.id
No Result
View All Result

Pakar Undip Ungkap Penyebab Banjir Ngaliyan Semarang, Soroti DAS Berbentuk Mangkuk hingga Sampah Drainase

setiawan by setiawan
30 Mei 2026
in Semarang
1
Pakar Hidrologi Universitas Diponegoro, Prof Sriyana, menjelaskan penyebab banjir Ngaliyan Semarang yang dipengaruhi curah hujan ekstrem
Pakar Hidrologi Universitas Diponegoro, Prof Sriyana, menjelaskan penyebab banjir Ngaliyan Semarang yang dipengaruhi curah hujan ekstrem

Pakar Hidrologi Universitas Diponegoro, Prof Sriyana, menjelaskan penyebab banjir Ngaliyan Semarang yang dipengaruhi curah hujan ekstrem

0
SHARES
3
VIEWS

FOLKSTIME.ID – Penanganan banjir Semarang dinilai perlu diperkuat melalui edukasi publik yang berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor karena karakteristik geografis kota dan perubahan tata ruang telah menyebabkan risiko genangan semakin kompleks di sejumlah wilayah.

Banjir yang sempat terjadi di kawasan Ngaliyan disebut dipicu oleh kombinasi curah hujan ekstrem dan kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang memiliki karakteristik khusus. Berdasarkan data BMKG pada 14–15 Mei 2026, intensitas hujan lebat mencapai 50 hingga 100 milimeter per hari sehingga beban pada Sub-Sistem Drainase Kali Silandak meningkat secara signifikan.

Fenomena banjir Semarang tersebut juga disebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan penggunaan lahan di kawasan hulu, pertumbuhan permukiman, serta berkurangnya area resapan air yang selama ini berfungsi menahan laju limpasan permukaan.

“Masyarakat perlu memahami bahwa bentuk Daerah Aliran Sungai atau DAS di Ngaliyan itu cenderung bulat, ibarat sebuah mangkuk raksasa. Secara alamiah, kalau hujan lebat turun, air dari segala penjuru perbukitan akan meluncur dan berkumpul ke satu titik dalam waktu yang bersamaan. Akibatnya, muncul puncak aliran air yang sangat tajam sehingga risiko banjir menjadi tinggi dalam waktu singkat,” kata Pakar Hidrologi Universitas Diponegoro sekaligus Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Jawa Tengah, Prof. Sriyana, Jumat (29/5).

Menurutnya, bentuk DAS yang menyerupai cekungan menyebabkan aliran air dari berbagai arah terkonsentrasi dalam waktu hampir bersamaan. Kondisi tersebut disebut berbeda dengan DAS memanjang yang menghasilkan aliran lebih landai sehingga potensi banjir berkembang lebih lambat.

MAXi Tour Boemi Nusantara 2026: Ribuan Tikungan JJLS Jogja–Pacitan–Solo Jadi Arena Pembuktian Ketangguhan Bikers Yamaha

Alih Fungsi Lahan Perparah Risiko Banjir

Selain faktor alamiah, peningkatan risiko banjir disebut diperparah oleh aktivitas di kawasan hulu. Alih fungsi lahan, pertumbuhan penduduk, dan penyusutan ruang terbuka hijau dinilai telah mempercepat terjadinya limpasan air saat hujan deras berlangsung.

Erosi yang terjadi di wilayah atas disebut menghasilkan material sedimen dalam jumlah besar. Lumpur hasil erosi tersebut kemudian terbawa ke kawasan hilir dan mengendap di saluran drainase maupun selokan lingkungan.

“Tanah yang tergerus dari kawasan hulu kemudian berubah menjadi sedimentasi lumpur pekat di hilir. Ketika saluran tersumbat, kapasitas drainase berkurang dan luapan air ke permukiman menjadi sulit dihindari,” ujar Sriyana.

Kawasan Purwoyoso disebut menjadi salah satu wilayah yang terdampak akibat akumulasi sedimentasi dan tersumbatnya saluran pembuangan air.

Infrastruktur Dinilai Sudah Baik

Sriyana menilai infrastruktur pengendali banjir yang telah dibangun Pemerintah Kota Semarang pada skala makro sebenarnya berada dalam kondisi cukup baik. Namun, kinerja sistem secara keseluruhan disebut belum optimal karena masih ditemukan sumbatan sampah dan bangunan yang mempersempit bantaran sungai.

Di sisi lain, tantangan juga dihadapi dalam aspek operasional dan pemeliharaan. Kebutuhan anggaran untuk pengelolaan pompa drainase disebut terus meningkat seiring bertambahnya infrastruktur pengendalian banjir yang dimiliki pemerintah daerah.

“Penanganan sistem tata air modern tidak bisa lagi memakai pola lama atau dibebankan kepada satu instansi saja. Kita harus melihat bentang alam dari unit terkecil, yaitu tingkat kelurahan. Ada delapan unsur yang harus bergerak bersama dalam pendekatan Octa Helix,” katanya.

Menurut dia, keterlibatan pemerintah pusat melalui BBWS, organisasi perangkat daerah, akademisi, aparat keamanan, masyarakat, kalangan politik, hingga media perlu terus diperkuat agar penanganan banjir dapat berjalan berkesinambungan.

“Kita butuh aksi nyata, konsistensi, dan keberanian untuk berpikir global, bertindak lokal, demi Kota Semarang tercinta,” tegasnya.

Penguatan RT dan RW Diusulkan

Penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat RT dan RW juga didorong untuk mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Salah satu usulan yang disampaikan adalah pengalokasian anggaran lingkungan berbasis masyarakat untuk mendukung gerakan pengelolaan sampah mandiri.

Melalui konsep Zero Waste, sampah diharapkan dapat dipilah sejak dari rumah tangga sehingga tidak lagi berakhir di saluran drainase maupun sungai yang berpotensi memicu banjir.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan masukan dari kalangan akademisi akan dijadikan bagian penting dalam penguatan kebijakan penanganan banjir dan penataan lingkungan perkotaan.

“Kami sangat berterima kasih atas analisis dari Prof. Sriyana. Pandangan dari beliau ini memperjelas peta masalah bahwa urusan banjir saling mengunci dari hulu sampai ke hilir, bahkan sampai ke kebiasaan kita di rumah masing-masing,” kata Agustina.

Menurutnya, koordinasi dengan BBWS Pemali Juana terus dilakukan untuk pengerukan sungai utama, sementara pembersihan saluran lingkungan tetap dijalankan oleh perangkat daerah terkait.

“Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus berkolaborasi lintas sektor, tetapi kami juga mengajak warga untuk ikut merawat saluran, tidak menutup lubang kontrol drainase, dan mulai memilah sampah dari rumah,” pungkasnya.(tya)

@

♬ –
Tags: Agustina Wilujengbanjir semarangdrainasePemkot SemarangProf SriyanaUndip
setiawan

setiawan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.
Nostalgia suasana RTAR Rayon Sutawijaya pada 2018 lalu di Balai RW Grogol Dukuh, Kota Salatiga.

Bangun Tersentak dari Bumiku Subur, IKA PMII Rayon Sutawijaya Tetapkan Empat Pilar Strategis

26 September 2026
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui
Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

Kisah Inspiratif Siti Lailiyah Raih Doktor di UIN Walisongo di Kala Harus Mengasuh Tiga Anak sambil Menyusui

29 September 2026
AHY Run Jateng 2026
AHY Run Jateng 2026 di Semarang telah mencatat sekitar 4.200 pendaftar dari berbagai daerah.

5000 Pelari akan Ramaikan AHY Run Jateng 2026 di Semarang, Hadiah Umrah dan Motor Listrik

26 September 2026
Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik

28 September 2026
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.
Kebakaran hebat melanda Pasar Kanjengan Johar Semarang, meluluhlantakkan puluhan kios dan menghancurkan harapan pedagang kecil.

Padmi Tatap 4 Kios yang Ludes dalam Sekejap, Kebakaran Pasar Kanjengan Semarang Sisakan Luka Mendalam

4
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.
Pemerintah Kota Semarang memperluas penerima bisyaroh penggerak keagamaan menjadi 9.992 orang pada 2026. Modin, guru mengaji, guru RA, Madin hingga marbot mendapat perhatian lebih.

Bisyaroh Penggerak Keagamaan Kota Semarang Diperluas, Hampir 10.000 Penerima Jadi Bukti Komitmen Wali Kota Agustina Menguatkan Pelayanan Sosial

4
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melakukan Sunmori sejauh 30 km dari Mijen ke Genuk, Semarang, untuk menghadiri halal bihalal warga.

Sunmori 30 Km Naik Vespa, Wagub Jateng Taj Yasin Hadiri Halalbihalal Warga Genuk

3
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pengembangan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi wisata Jawa Tengah mulai disiapkan. Kawasan Kopeng dan Rawa Pening akan diintegrasikan untuk mendongkrak kunjungan wisata dan ekonomi lokal.

Candi Borobudur Disiapkan Jadi Poros Wisata Jateng, Kopeng–Rawa Pening Diintegrasikan dalam Aglomerasi Besar

3
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).
Salah seorang peserta lomba Egrang yang turut memeriahkan event Forkot KORMI Kota Semarang 2026, di Balai Kota, Minggu (4/10/26).

Egrang Kembali Dihidupkan di Forkot KORMI Semarang, 3 Ribu Peserta Ikut Meramaikan

5 Oktober 2026
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).
Sampah TPA Jatibarang tampak sebagian terbakar, dari atas drone, Minggu (4/10/2026).

Asap Kebakaran TPA Jatibarang Mulai Ganggu Warga, 22 Orang Alami Sesak Napas

4 Oktober 2026

Browse by Category

  • Bisnis
  • Daerah
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Lifestyle
  • News
  • Semarang
  • Sports
  • Teknologi
  • Travel
  • Travel

Recent News

Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube
Ariendra Reiga Santoso, bocah berusia 4,5 tahun di Semarang, memiliki kegemaran menari sejak usia dini. Tanpa latihan khusus di sanggar, Reiga belajar mengikuti gerakan tari dari video YouTube

Belajar Tari dari YouTube, Bocah 4,5 Tahun di Semarang Ini Berani Tampil Tanpa Latihan Khusus

5 Oktober 2026
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar dengan 300 tenant, sekitar 30 agenda, dan stimulus keringanan pajak hingga 20 persen.
Semarang Great Event 2026 menargetkan transaksi Rp600 miliar selama Oktober dengan melibatkan lebih dari 300 tenant. Pemkot Semarang memberikan keringanan pajak hingga 20 persen untuk mendukung promosi belanja, meningkatkan kunjungan pusat perbelanjaan, dan menggerakkan perekonomian daerah.

Semarang Great Event 2026 Bidik Transaksi Rp600 Miliar, 300 Tenant Ramaikan Promo Belanja Oktober

5 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • News
  • Daerah
  • Semarang
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Teknologi

© 2026 Folkstime.id - Akurat Terpercaya