FOLKSTIME.ID — Kesibukan mengembangkan usaha kuliner membuat pasangan suami istri asal Semarang, Siti Waridhatun dan Sovan Nurdiansyah, nyaris tak memiliki waktu untuk beristirahat. Di tengah pesanan ayam geprek yang terus berdatangan, keduanya akhirnya menyempatkan diri menikmati liburan keluarga dalam kegiatan Gear Ultima Picnic di Ambarawa.
Pasangan yang menjalankan usaha ayam geprek dengan merek “Dian Geprek” di kawasan Jangli Gabeng, Semarang, tersebut mengaku aktivitas bisnis mereka semakin padat. Usaha yang dirintis setelah pandemi Covid-19 itu bahkan berkembang hingga memiliki pelanggan dari kalangan caddy di Candi Golf.
Bagi Sovan, kendaraan operasional menjadi bagian penting dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Selain digunakan untuk mengantar pesanan, motor juga dipakai untuk memenuhi berbagai kebutuhan keluarga dan usaha.
Satu Motor untuk Bisnis dan Kebutuhan Keluarga
Sovan mengatakan Yamaha Gear Ultima menjadi kendaraan yang digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengantar anak sekolah, berbelanja kebutuhan memasak, hingga mengirim pesanan pelanggan.
Salah satu fitur yang menurutnya membantu aktivitas usaha adalah area dek depan yang dapat digunakan untuk membawa sejumlah barang.
“Untuk pesanan ayam geprek komplit plus es teh, kami butuh banyak es kristal. Dek depan Gear Ultima ini bisa memuat delapan kemasan es sekaligus. Ini sangat menguntungkan, lebih hemat waktu dan bahan bakar,” ujar Sovan.
Kemudahan membawa barang juga dirasakan ketika mengantarkan pesanan makanan. Dua pengait atau double hook di bagian depan dapat dimanfaatkan untuk membawa sejumlah paket makanan dalam satu perjalanan.
Bagasi yang luas turut membantu ketika Sovan dan Siti berbelanja bahan masakan di pasar.
Tantangan Tanjakan Jangli Bukan Hambatan
Mobilitas di kawasan Jangli yang memiliki sejumlah ruas jalan menanjak juga menjadi salah satu pertimbangan Sovan dalam memilih kendaraan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Menurut dia, motor tersebut cukup membantu ketika digunakan membawa barang sekaligus menjalani rutinitas usaha.
“Untuk konsumsi BBM irit, satu liter bisa menempuh 60 kilometer. Tanjakan di area Jangli juga bukan masalah. Dengan Gear Ultima, tarikan mesin di tanjakan terasa enteng seperti di jalan datar,” katanya.
Aktivitas tersebut membuat satu kendaraan memiliki peran ganda bagi keluarga Sovan, yakni sebagai sarana pendukung usaha sekaligus kendaraan keluarga.
Pesanan Padat, Waktu Liburan Justru Terbatas
Di balik perkembangan usaha “Dian Geprek”, Sovan dan Siti mengaku memiliki tantangan lain: sulit mencari waktu untuk beristirahat.
Kesibukan menerima dan mengantarkan pesanan membuat waktu bersama keluarga untuk sekadar bepergian menjadi terbatas.
Kesempatan untuk rehat akhirnya datang ketika keduanya mengikuti Gear Ultima Picnic pada Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut membawa keluarga Sovan melakukan perjalanan dari Semarang menuju Salatiga sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Wisata (Kawis) dari Stasiun Tuntang menuju Stasiun Jambu.
Menikmati Rawa Pening hingga Museum Kereta Api Ambarawa
Perjalanan menggunakan kereta wisata menjadi pengalaman tersendiri bagi keluarga tersebut. Pemandangan alam di sekitar Rawa Pening memberikan suasana berbeda setelah sebelumnya mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk menjalankan usaha.
“Panorama alamnya begitu menyegarkan. Melihat indahnya Rawa Pening dari atas kereta wisata benar-benar me-refresh pikiran kami dari rutinitas,” tutur Sovan.
Setelah perjalanan dengan kereta wisata, keluarga tersebut juga berkesempatan menikmati wisata sejarah di Museum Kereta Api Ambarawa.
Bagi Sovan, perjalanan tersebut bukan sekadar liburan. Momen itu menjadi kesempatan bagi keluarganya untuk kembali menikmati waktu bersama setelah cukup lama disibukkan dengan aktivitas usaha.
“Pokoknya senang banget. Senang karena usaha kami terus berkembang berkat Gear Ultima, dan senang karena Yamaha telah mengajak kami piknik yang menyegarkan ini. Terima kasih, Yamaha,” ujar Sovan. (tya)













