
Telkomsel melalui program Telkomsel Jaga Bumi mengajak 40 volunteer menanam 2.000 pohon kopi di Waduk Sermo, Kulon Progo.
FOLKSTIME.ID – Sebanyak 2.000 bibit pohon kopi ditanam di kawasan Waduk Sermo, Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui program Telkomsel Jaga Bumi dengan melibatkan 40 relawan sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Aksi penanaman pohon kopi tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi kawasan resapan air di sekitar Waduk Sermo. Selain ditujukan menjaga kelestarian lingkungan, program itu juga diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi baru melalui pengembangan budidaya kopi yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat pada masa mendatang.
Program Telkomsel Jaga Bumi itu turut dipadukan dengan kegiatan edukasi mengenai kopi serta pelestarian budaya lokal melalui pengalaman membuat geblek, makanan khas Kulon Progo. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat keterkaitan antara pelestarian lingkungan, pengembangan potensi daerah, dan pemberdayaan masyarakat.
Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel, Rifki Sa’bani, mengatakan bahwa keberlanjutan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga menumbuhkan harapan. Ketika alam tetap lestari dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya, di situlah kolaborasi menemukan makna yang sesungguhnya,” kata Rifki.
Menurut dia, program penanaman pohon yang dijalankan melalui Telkomsel Jaga Bumi dirancang agar mampu memberikan dampak jangka panjang, baik terhadap kelestarian ekosistem maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi.
Ia menjelaskan, pohon kopi yang ditanam di kawasan Waduk Sermo diharapkan dapat tumbuh dengan baik sehingga tidak hanya berfungsi menjaga daya dukung lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan baru bagi warga melalui hasil panen kopi.
“Ketika alam tetap terjaga dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari lingkungan yang lestari, maka tujuan keberlanjutan dapat diwujudkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Selain kegiatan penghijauan, para relawan juga diberikan pemahaman mengenai proses budidaya kopi sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan edukasi lingkungan. Kegiatan tersebut kemudian dilengkapi dengan pengalaman membuat geblek sebagai bentuk pengenalan terhadap kearifan lokal Kulon Progo.
Melalui pendekatan tersebut, pelestarian lingkungan tidak hanya difokuskan pada penanaman pohon, tetapi juga diintegrasikan dengan pengembangan potensi lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Program Telkomsel Jaga Bumi menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen perusahaan dalam mendorong kolaborasi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui aksi nyata yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan penanaman 2.000 pohon kopi di kawasan Waduk Sermo, diharapkan fungsi kawasan resapan air tetap terjaga sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.(tya)
