
Verifikasi Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat, Kemensos Telusuri Jejak Sejarah di Semarang
FOLKSTIME.ID – Proses verifikasi lapangan terhadap usulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat telah dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial RI di Kota Semarang. Sejumlah situs bersejarah, manuskrip kuno, hingga jejak perjuangan ulama besar asal Semarang itu diperiksa sebagai bagian dari tahapan penilaian sebelum penetapan gelar Pahlawan Nasional.
Verifikasi gelar Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat dilakukan dengan menelusuri sejumlah lokasi yang memiliki keterkaitan langsung dengan perjalanan hidup dan perjuangannya. Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke makam KH Sholeh Darat di Bergota, kawasan Kampung Darat yang pernah menjadi pusat dakwahnya, serta Walisongo Center UIN Walisongo Semarang yang menyimpan manuskrip peninggalan ulama tersebut.
Tahapan tersebut dilakukan untuk mencocokkan isi naskah akademik yang telah dibahas sebelumnya dengan bukti sejarah di lapangan. Seluruh data yang ditemukan akan menjadi bahan pertimbangan TP2GP dalam menilai kelayakan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Frasa kunci mengenai verifikasi gelar Pahlawan Nasional KH Sholeh Darat menjadi bagian penting dalam proses pembuktian sejarah tersebut.
Ketua PCNU Kota Semarang, Dr. KH Anasom, mengatakan kedatangan tim dari Kementerian Sosial merupakan tahapan penting dalam proses pengusulan yang telah memasuki fase verifikasi pusat.
“Tim dari Kementerian Sosial datang ke Semarang untuk melakukan verifikasi terhadap naskah akademik yang sebelumnya telah dibahas di Jakarta. Mereka ingin melihat langsung bukti-bukti sejarah yang menjadi dasar pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat,” ujarnya.
Pelacakan Situs Sejarah dan Manuskrip
Selama berada di Semarang, tim verifikasi disebut melakukan pencocokan terhadap berbagai data sejarah dengan kondisi nyata di lapangan. Makam, bekas pusat pendidikan Islam, kawasan dakwah, hingga manuskrip peninggalan KH Sholeh Darat menjadi objek yang diperiksa secara langsung.
Menurut Anasom, seluruh peninggalan tersebut menjadi bukti konkret mengenai perjalanan intelektual dan perjuangan ulama yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Islam di Nusantara.
“Mereka melihat langsung situs-situs sejarah, manuskrip, serta peninggalan yang masih ada. Semua itu menjadi bagian dari pembuktian bahwa jasa KH Sholeh Darat memiliki dasar sejarah yang kuat,” katanya.
Pengaruh Pemikiran terhadap Nasionalisme
Dalam proses verifikasi tersebut, aspek pengaruh pemikiran KH Sholeh Darat terhadap tumbuhnya kesadaran kebangsaan juga menjadi perhatian utama.
Anasom menjelaskan salah satu karya KH Sholeh Darat, yakni Kitab Majmu’at al-Syari’ah al-Kafiyah lil ‘Awam, memuat ajaran agar masyarakat tidak meniru budaya penjajah sebagai bentuk menjaga martabat dan identitas bangsa.
“Beliau mengingatkan masyarakat agar tidak meniru cara berpakaian kolonial, seperti mengenakan jas, dasi, maupun pakaian ala Belanda. Substansi ajaran itu bukan soal busana, tetapi membangun sikap agar rakyat tidak kehilangan jati diri di hadapan penjajah,” jelasnya.
Menurutnya, gagasan tersebut menjadi fondasi lahirnya semangat anti-kolonial yang kemudian berkembang di kalangan umat Islam.
“Beliau menanamkan kesadaran bahwa penjajahan harus dilawan. Semangat itu kemudian berkembang melalui murid-murid beliau hingga menjadi bagian dari gerakan kebangsaan. Karena itu kami memandang KH Sholeh Darat sebagai salah satu perintis nasionalisme Indonesia,” tuturnya.
Warisan Keilmuan Menjangkau Tokoh Bangsa
Pengaruh KH Sholeh Darat disebut tidak berhenti pada lingkungan pesantren. Rantai keilmuan yang dibangunnya diteruskan oleh murid-murid yang kemudian menjadi tokoh penting dalam sejarah Indonesia, di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan KH Asnawi Kudus.
Anasom menilai kesinambungan tersebut menjadi bukti bahwa pemikiran KH Sholeh Darat telah memberikan dampak luas terhadap perkembangan Islam sekaligus perjuangan kebangsaan.
“Pengaruh beliau tidak hanya dirasakan di Semarang. Pemikiran dan pendidikan yang beliau bangun diteruskan oleh para murid yang kemudian menjadi tokoh nasional. Itulah yang sedang kami kuatkan dalam proses pengusulan ini,” katanya.
Dokumen Pendukung Masih Dilengkapi
Meski tahapan verifikasi telah dilakukan, sejumlah dokumen pendukung masih diminta untuk dilengkapi oleh TP2GP. Bukti mengenai pengaruh pemikiran KH Sholeh Darat dalam literatur nasional hingga dokumentasi sejarah masih terus dikumpulkan.
Anasom mengatakan karya-karya KH Sholeh Darat pernah dijadikan rujukan oleh sejumlah cendekiawan Indonesia, termasuk almarhum Nurcholish Madjid. Referensi tersebut dinilai dapat memperkuat argumentasi mengenai besarnya kontribusi KH Sholeh Darat terhadap perkembangan pemikiran Islam di Indonesia.
“Ada beberapa masukan dari TP2GP yang sedang kami lengkapi. Kami juga masih mencari dokumentasi sejarah, termasuk foto-foto autentik dan referensi lain yang menunjukkan besarnya pengaruh beliau terhadap perkembangan pemikiran Islam dan nasionalisme di Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap seluruh tahapan verifikasi dapat berjalan lancar hingga menghasilkan pengakuan resmi dari negara.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses ini berjalan lancar. Jika masih ada masyarakat yang memiliki manuskrip, dokumen, atau informasi sejarah tentang KH Sholeh Darat, kami sangat berharap dapat ikut melengkapinya,” pungkasnya.(tya)
