FOLKSTIME.ID – Ketersediaan air bersih bagi masyarakat menjadi perhatian utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang di tengah musim kemarau. Pemantauan sumber air dan proses pengolahan terus diperkuat untuk menjaga pasokan tetap tersedia bagi pelanggan.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Dr Ady Setiawan, dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor Utama PDAM Tirta Moedal, Jalan Kelud Raya, Senin (17/8).
Menurut Ady, momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi perayaan nasional, tetapi juga dijadikan pengingat bagi seluruh jajaran perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik dan sempurna kepada masyarakat. Kita harus merdeka dari kebocoran air, merdeka dari air keruh, merdeka dari kekurangan air, dan merdeka dari air tidak ngalir,” tegas Ady.
Pasokan Air Semarang Dipantau Selama Kemarau
PDAM Tirta Moedal memastikan sejumlah sumber air terus dipantau untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air baku.
Selain pemantauan sumber air, proses water treatment juga dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas sekaligus keberlanjutan pasokan air yang didistribusikan kepada masyarakat.
“Terlebih pada musim kemarau ini, kami memastikan suplai air bersih dari berbagai sumber tetap ada. Kami secara rutin melaksanakan water treatment,” ujar Ady.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi PDAM Tirta Moedal dalam menjaga pelayanan air bersih agar tetap berjalan di tengah perubahan kondisi sumber air selama musim kemarau.
Cek Sumber Air Pucang Gading hingga Pudak Payung
Untuk memperkuat pengelolaan sumber air, PDAM Tirta Moedal juga menjalankan program Tirta Moedal Water Treatment Field Trip.
Program tersebut digunakan untuk melihat secara langsung kondisi sumber air sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan sistem pengolahan air di sejumlah wilayah.
“Kita ada program Tirta Moedal Water Treatment Field Trip. Pertama kita lakukan di Pucang Gading, kita cek ketersediaan dan konsep-konsep yang akan kita kembangkan,” jelas Ady.
Pemantauan selanjutnya akan dilakukan di Kudu, Pudak Payung, serta sejumlah sumber air lainnya. Hasil pemantauan akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan pengolahan dan pengamanan pasokan air bersih.
“Lalu nanti juga ke Kudu, Pudak Payung dan sumber-sumber lain. Pasokan hingga saat ini masih aman,” katanya.
Target Layanan: Bebas Kebocoran dan Air Keruh
Selain memastikan ketersediaan air baku, peningkatan kualitas distribusi juga menjadi perhatian PDAM Tirta Moedal.
Persoalan kebocoran jaringan, air keruh, hingga gangguan aliran menjadi sejumlah aspek yang ingin ditekan melalui peningkatan pengawasan dan pengelolaan sistem layanan.
Komitmen tersebut ditegaskan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI yang diikuti dewan pengawas, jajaran direksi, dan karyawan PDAM Tirta Moedal.
Nuansa keberagaman turut ditampilkan dalam upacara melalui penggunaan pakaian adat Nusantara dari berbagai daerah.
“Untuk meningkatkan rasa kebersamaan, nasionalisme, dan keharmonisan, kita menggunakan pakaian adat Nusantara. Apapun perbedaan yang ada, kita tetap satu, Indonesia Raya!” ujar Ady.
Dengan penguatan pemantauan sumber air dan pengolahan air, PDAM Tirta Moedal menargetkan pelayanan air bersih di Kota Semarang tetap terjaga selama musim kemarau. Ketersediaan pasokan, kualitas air, dan pengurangan kebocoran menjadi bagian penting dari upaya peningkatan layanan kepada masyarakat.(tya)













